Monday, April 12, 2021
Home News Nasional 234 Kiai dan Tokoh NU Meninggal Selama Pandemi COVID-19

234 Kiai dan Tokoh NU Meninggal Selama Pandemi COVID-19

Kiblatku.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut sebanyak 234 kiyai dan tokoh NU wafat selama wabah virus corona atau COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret sampai Desember 2020.

Ketua Satkor COVID-19 Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU Ulun Nuha, menilai ancaman pandemi COVID-19 sangat luar biasa. Ulun Nuha pada Ahad (27/12/2020) mengatakan, hingga Kamis (24/12/2020), sudah sebanyak 234 kiai dan tokoh yang meninggal dunia selama wabah COVID-19.

“Ini mengancam keselamatan warga Nahdliyin terutama para kiai kita, hingga tanggal 24 Desember kemarin ada sekitar 234 orang kiai dan tokoh NU yang meninggal dunia selama masa pandemi,” ujar Ulun Nuha di Banda Aceh.

Walaupun dinyatakan telah meninggal dunia, RMI PBNU tidak menyatakan para kiiai tersebut wafat karena terpapar virus corona asal China tersebut, tapi para kiai dan tokoh NU wafat selama masa pandemi. “Jadi Kita tidak menyatakan beliau (para kiai/tokoh NU) meninggal karena COVID-19, kita menyatakan beliau meninggal selama masa pandemi,” tegasnya.

Kalau dibandingkan dengan jumlah kiai yang wafat pada periode yang sama di tahun 2019, ujar Ulun Nuha, angka 234 orang itu jauh lebih besar hingga mencapai enam kali lipat. “Pada tahun 2019 lalu, para kiai atau tokoh NU yang meninggal dunia kurang dari 50 orang, hanya sekitar 40-an yang meninggal dunia pada tahun lalu,” sebutnya.

Ia menambahkan, selain itu, sampai akhir Desember 2020 RMI PBNU pun mencatat pada sistem terdapat 112 pesantren di Indonesia yang terpapar COVID-19 dengan lebih dari 5.000 lebih santri dan kiai yang positif COVID-19. Dari banyaknya santri yang terpapar virus corona itu, ada 2 santri yang meninggal dunia dan banyak santri yang telah dinyatakan sembuh.

Terkait itu, katanya PBNU saat ini sangat konsen dalam menangani pandemi COVID-19 dengan membentuk Satgas NU peduli, serta melibatkan sejumlah badan otonom NU guna melindungi warga Nahdliyin dari ancaman wabah corona. Ia mengatakan, berdasarkan amanah dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, maka pihaknya fokus melindungi warga Nahdliyin. “Termasuk warga pesantren dengan berupaya melakukan edukasi untuk melindungi, serta melakukan kegiatan pendidikan, pelatihan, kampanye, audit kesehatan agar warga NU berdaya untuk menegakkan protokol kesehatan,” sebutnya. (Antara)

RELATED ARTICLES

Gandeng Bukalapak, BSI Hasanah Card Bantu UMKM Lewat Digital

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. berkomitmen terus mendukung penjualan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lewat platform digital. Salah...

Perkuat Moderasi Beragama di Sekolah, Pemda & Kemenag Harus Sinergi

KIBLATKU.COM - Sekjen Kemenag Nizar mengatakan bahwa dibutuhkan kerja sama antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama di sekolah. 

Dukung Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah, Unilever Luncurkan Program Muslim Centre of Excellence

KIBLATKU.COM - PT. Unilever Indonesia, Tbk. meluncurkan program “Unilever Muslim Centre of Excellence” (Unilever MCOE) sebagai bentuk komitmennya berbagi peran dengan pemerintah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Gandeng Bukalapak, BSI Hasanah Card Bantu UMKM Lewat Digital

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. berkomitmen terus mendukung penjualan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lewat platform digital. Salah...

Jangan Kendor! Inilah Tips Istiqamah Menjalankan Ibadah di Bulan Ramadhan

KIBLATKU.COM - Sebentr lagi datang bulan Ramadhan, bulan suci nan mulia yang dinanti umat muslim di seluruh dunia. Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya...

Catat Ya! Kiat Khataman Al-Quran Selama Bulan Ramadhan

KIBLATKU.COM - Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Muslim tidak saja diwajibkan untuk berpuasa, tetapi juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah lain yang pahalanya...

Perkuat Moderasi Beragama di Sekolah, Pemda & Kemenag Harus Sinergi

KIBLATKU.COM - Sekjen Kemenag Nizar mengatakan bahwa dibutuhkan kerja sama antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama di sekolah. 

Recent Comments