Monday, October 18, 2021
Home Info Halal Ayo Indonesia! Brazil Mau Ekspansi Produk Halal ke Seluruh Dunia

Ayo Indonesia! Brazil Mau Ekspansi Produk Halal ke Seluruh Dunia

kiblatku.com – Sebuah start-up teknologi pangan di Brazil, Fazenda Futuro dikabarkan sedang dalam proses mendapatkan sertifikasi halal dari FAMBRAS, salah satu badan sertifikasi tertua dan paling terkenal di Brazil. Perusahaan start-up vegan tersebut bersiap mengenalkan daging nabati ke seluruh dunia.

Produsen makanan nabati biasanya tidak terburu-buru untuk mendapatkan sertifikasi halal, tetapi akan melakukannya jika bisa masuk pasar.

“Untuk menjangkau konsumen Muslim, penting untuk mendapatkan sertifikat halal. Selain itu, untuk masuk ke negara-negara seperti Arab Saudi ke depannya kami wajib bersertifikasi halal,” kata Direktur Penjualan Internasional Fazenda Futuro, Daniel Wanderley seperti dilansir dari publikasi Salaam Gateway, Ahad (3/1/2021).

Wanderley menyebut, proses sertifikasi halal produknya sudah dimulai sejak bulan April lalu. Namun, akibat adanya COVID-19, proses sertifikasi mengalami beberapa penundaan. “Tetapi semua dokumentasi yang diperlukan telah dikirim dan kami berharap pabrik kami akan dikunjungi pada bulan Januari. Sertifikasi akan segera menyusul,” paparnya.  

Fazenda Futuro didirikan oleh Marcos Leta dan Alfredo Strechinsky. Perusahaan ini berada di bawah merek jus alami Suco Do Bem yang diluncurkan pada tahun 2009. Para pendiri menjual perusahaan tersebut tahun lalu kepada raksasa minuman Amerika Latin Ambev. Saat itu, mata mereka sudah tertuju pada masa depan.

Terinspirasi oleh perusahaan Amerika seperti Beyond Meat dan Impossible Foods, Leta dan Strechinsky bertekad untuk memasuki pasar daging nabati yang sedang berkembang.

Tujuannya adalah untuk meluncurkan produk yang sekaligus menyehatkan, dapat melawan dampak negatif produksi daging terhadap lingkungan dan memenuhi kekhawatiran konsumen yang semakin meningkat tentang kesejahteraan hewan.

Good Food Institute AS memperkirakan, penjualan bahan makanan nabati pengganti produk hewani di Amerika tumbuh sebesar 29% selama dua tahun terakhir menjadi USD 5 miliar pada 2020. Dengan nilai sekitar USD 2 miliar, susu nabati adalah produk yang paling banyak terjual, diikuti oleh perusahaan susu nabati lainnya (USD 1,4 miliar) dan daging nabati (USD 939 juta).

Namun, daging nabati akan menempati posisi terdepan di tahun-tahun mendatang. Sebuah laporan dari Polaris Market Research pada November memproyeksikan pasar daging nabati global mencapai USD 35,4 miliar pada tahun 2027. 

Menurut Organisasi Pangan Dunia (FAO), produksi daging global pada 2019 turun 1% menjadi 338,8 juta ton. Ini tidak ada hubungannya dengan meningkatnya permintaan akan produk nabati, tetapi terutama karena wabah Demam Babi Afrika di antara kawanan babi di Cina.

Sebagai tanggapan, produksi dan ekspor unggas di Brasil dan tempat lain mendapat untung. Dengan ekspor 4,2 juta ton pada 2019, Brasil merupakan eksportir ayam terkemuka dunia, sedangkan 9 juta ton lainnya dicadangkan untuk konsumsi dalam negeri.

Maka tidak mengherankan jika Fazenda Futuro pada bulan Oktober meluncurkan ayam nabati pertamanya. Produknya terdiri dari bahan-bahan kedelai, kacang polong, dan serat nabati panjang untuk rasa ayamnya.

Sejak didirikan pada bulan April 2019, Fazenda Futuro kini telah memiliki lebih dari 7.000 titik penjualan di Brazil. Sementara ekspornya telah mencapai berbagai negara seperti Australia, Kolombia, Meksiko, Belanda, Portugal, Swedia, dan Uruguay.

Pada bulan September, perusahaan rintisan tersebut memperoleh USD 21,5 juta. Dana tersebut akan diinvestasikan untuk memperluas lini daging nabati dan mempercepat peluncuran burger, bakso, dan sosisnya ke pasar internasional yang lebih banyak. Investasi ini menambah USD 8,5 juta yang ditarik perusahaan tahun lalu.

“Negosiasi sedang berlangsung dengan Inggris, China, India dan Amerika Serikat,” kata Wanderley. 

Sejak Juni 2020, produk perusahaan juga telah tersedia di Uni Emirat Arab.

Menggunakan bahan-bahan seperti kedelai, buncis, dan bit bebas transgenik, Fazenda Futuro pertama kali memperkenalkan burger nabati, yang kemudian diikuti dengan daging cincang, bakso, dan sosis nabati. Perusahaan menggunakan rasa tambahan untuk memastikan rasa daging berasap dan berair yang khas. (salaamgateway)

RELATED ARTICLES

Polemik Pencatatan Nikah Siri, Ini Komentar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

KIBLATKU.COM - Polemik tentang pernikahan siri dapat ditulis di Kartu Keluarga (KK) menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ini dipicu dari keberadaan Peraturan...

Yuk Daftar! Ada Sunatan Gratis untuk Warga Cisauk Kab Tangerang

KIBLATKU.COM - DKM Musala Nurul Amal bersama Mitra Khitan Modern dan Yayasan Lentera al-Qur'an Elhasani akan menggelar acara Maulid Nabi SAW 1443...

Demi Keadilan Nasional, DPR Usulkan RUU Ekonomi Syariah

KIBLATKU.COM - Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah telah diusulkan menjadi Prolegnas (Program Legislasi Nasional) Prioritas Tahun 2022 oleh Fraksi PKS dan juga Komisi XI DPR RI....

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Polemik Pencatatan Nikah Siri, Ini Komentar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

KIBLATKU.COM - Polemik tentang pernikahan siri dapat ditulis di Kartu Keluarga (KK) menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ini dipicu dari keberadaan Peraturan...

Yuk Daftar! Ada Sunatan Gratis untuk Warga Cisauk Kab Tangerang

KIBLATKU.COM - DKM Musala Nurul Amal bersama Mitra Khitan Modern dan Yayasan Lentera al-Qur'an Elhasani akan menggelar acara Maulid Nabi SAW 1443...

Demi Keadilan Nasional, DPR Usulkan RUU Ekonomi Syariah

KIBLATKU.COM - Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah telah diusulkan menjadi Prolegnas (Program Legislasi Nasional) Prioritas Tahun 2022 oleh Fraksi PKS dan juga Komisi XI DPR RI....

PTKI Harus Responsif, Beri Solusi Masalah Bangsa

KIBLATKU.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menggarisbawahi pentingnya peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam merespon persoalan sosial keagamaan. Untuk...

Recent Comments