Saturday, September 18, 2021
Home Haji & Umrah BPKH: Dana Haji Dikelola dengan Baik Sesuai Undang-undang

BPKH: Dana Haji Dikelola dengan Baik Sesuai Undang-undang

KIBLATKU.COM – Masyarakat diminta tidak mengkhawatirkan keamanan dana haji. Terlebih saat ini pengelolaannya diserahkan pemerintah kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia. Hal ini ditegaskan Dr. Muhammad Akhyar Adnan, MBA, CA, Ak, usai menggelar Diseminasi Pengawasan Operasional dan Sustainabilitas Keuangan Haji di Mataram, Rabu (2/6/2021).

“Pertanyaan banyak masuk, bagaimana dana haji dikelola, diawasi, aman apa ndak. Karena itu kami sampaikan turun ke daerah, kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan stakeholders terkait. Kita jelaskan supaya faham,” ungkapnya.

Masih menurut Adnan, dana haji selama ini sudah dikawal dengan baik, sesuai aturan yang ada. Dalam undang-undang diatur, bahwa 30 persen dana haji ditempatkan di bank, 70 persen di investasi. Porsi investasi inipun dikawal. Investasi apa saja sasarannya. “Kami kawal supaya tidak menyimpang,” jelas Adnan.

Sejak terbentuknya BPKH, lanjut Adnan, nilai manfaat dana haji yang disetorkan oleh calon Jemaah terbesar dinikmati oleh jemaah yang berangkat. Ongkos haji mencapai Rp70 juta, sementara jemaah hanya membayar Rp35 juta, sisanya disubsidi penuh oleh BPKH dari hasil pengelolaan dana haji. Keuntungan dana haji yang dikelola dinikmati oleh calon jemaah haji tunggu. “Nah ini yang saya bilang, yang berangkat disubsidi penuh Rp35 juta. Sementara porsi keuntungan dana haji yang disetor oleh jemaah haji tunggu lebih kecil. Inilah yang menurut saya harus dibagi rata keuntungan dana hajinya. Tidak sepenuhnya dinikmati oleh yang berangkat haji,” ujarnya.

Harapannya, seluruh keuntungan pengelolaan dana haji, dibagi rata kepada seluruh calon jemaah haji yang menempatkan dananya. Dihitung secara proporsional. “Sehingga saat berangkat nanti, tinggal nombok sedikit saja calon jemaah hajinya. Karena dana sudah lama disetor, nunggunya puluhan tahun. Ini yang kita pandang tidak fair, saya pribadi berharap bagi hasilnya merata,” demikian Adnan.

Sebagai informasi, BPKH adalah lembaga baru yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2017 lalu, karena relatif baru, masih banyak masyarakat yang tidak mengenal lembaga ini. Pasca diresmikan, pengelolaan dana haji yang tadinya di Kementerian Agama, sepenuhnya diserahkan kepada BPKH.

RELATED ARTICLES

Rektor UIN Sumatra Utara Siap Integrasikan Merdeka Belajar dan Wahdatul Ulum

Kiblatku.com - Presiden RI Joko Widodo menghadiri pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang digelar di Solo, Senin (13/9/2021).

Tinjau Vaksinasi Pesantren, Wapres Ingatkan Menjaga Diri Perintah Agama

KIBLATKU.COM - Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meninjau gelaran vaksinasi dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas siswa Madrasah Aliyah di Pondok...

Wamenag: Pengusaha Muslimah Wajib Menguasai Literasi Digital

KIBLATKU.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengingatkan para pengusaha muslimah tentang pentingnya penguasaan literasi digital dalam pengembangan usahanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Rektor UIN Sumatra Utara Siap Integrasikan Merdeka Belajar dan Wahdatul Ulum

Kiblatku.com - Presiden RI Joko Widodo menghadiri pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang digelar di Solo, Senin (13/9/2021).

Tinjau Vaksinasi Pesantren, Wapres Ingatkan Menjaga Diri Perintah Agama

KIBLATKU.COM - Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meninjau gelaran vaksinasi dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas siswa Madrasah Aliyah di Pondok...

Kemenag Sediakan 6,9M untuk Masjid dan Musala Terdampak Covid, Berikut Syaratnya!

KIBLATKU.COM - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan musala di daerah...

Wamenag: Pengusaha Muslimah Wajib Menguasai Literasi Digital

KIBLATKU.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengingatkan para pengusaha muslimah tentang pentingnya penguasaan literasi digital dalam pengembangan usahanya.

Recent Comments