Sunday, August 1, 2021
Home Kajian Bukankah Hujan Adalah Berkah, Kenapa Ada Musibah (Korban Jiwa)?!

Bukankah Hujan Adalah Berkah, Kenapa Ada Musibah (Korban Jiwa)?!

KIBLATKU.COM – Malang tak dapat ditolak, begitulang kiranya yang menggambarkan musibah banjir yang menimpa negeri tercinta di awal tahun ini. Hiruk pikuk perayaan tahun baru pun yang biasanya diwarnai dengan aneka kembang api, nyaris tak terdengar lantaran hujan terus mengguyur tanah air, plus dalam keadaan kasus Covid-19 yang masih menghawatirkan.

Dari data terakhir yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada 185 bencana di awal 2021 hingga Kamis 21 Januari 2021. Paling banyak yang terjadi adalah banjir dengan total 127 kejadian, meski tahun ini baru berjalan 21 hari. Setelah banjir, bencana lainnya adalah longsor dengan total 30 kasus. Korban meninggal dari serangkaian bencana di 2020 sudah mencapai 166 orang, lebih dari 1.200 terluka, dan 1,3 juta orang harus mengungsi.

Sungguh memprihatinkan. Jika demikian, kehadirannya (hujan) tak jarang menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, karena intensitas hujan yang tinggi sering disertai angina dan petir yang sewaktu-watu bisa menyebabkan banjir, pohon tumbang dan bahkan longsong sehingga menelan banyak kerugian, baik korban jiwa maupun harta benda. Inilah potret hujan yang kerap terjadi dan seakan menjadi ‘musibah’ tahunan bagi masyarat.

Banjir Perspektif Teologis dan Ekologis

Ada dua perspektif tentang banjir yang melanda penduduk bumi ini. Pertama, merujuk pada sejarah para nabi, sejatinya peristiwa banjir pernah terjadi ratusan tahun lalu terhadap kaum ‘Ad, Negeri Saba’ dan juga pernah terjadi terhadap kaumnya Nabi Nuh Alaihis Salam. Kisah tersebut tertulis dalam Alquran di antaranya surah Hud ayat 32-49, surah al-A’raf ayat 65-72, dan surah Saba ayat 15-16. Menurut sebuah riwayat, dalam kajian teologis, peristiwa banjir tersebut disebabkan karena kedurhakaan umat manusia terhadap ajaran Tuhan yang disampaikan oleh para nabi.

Kedua, dalam sudut pandang ekologis, musabab banjir akibat ketidakseimbangan dan disorientasi manusia dalam memperlakukan lingkungannya atau alam sekitar. Artinya, banjir bukanlah sekedar musibah kemurkaan Allah kepada umat manusia, akan tetapi banjir juga bisa merupakan fenomena ekologis yang disebabkan oleh perilaku manusia dalam mengelola lingkungan, menentang Sunnah lingkungan. “Bukanlah Kami yang menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, (disebabkan) citra (kondisi) lingkungan mereka tidak mampu menolong di saat banjir, bahkan mereka semakin terpuruk dalam kehancuran,” (QS. Hud: 101)

Solusi Alquran Terhadap Banjir

Dalam Alquran, Allah sudah begitu jelas menjelaskan penyebab terjadinya bencana alam yang satu ini, yakni banjir. Allah memerintahkan pada kita agar tidak melakukan kerusakan di bumi. Seperti dalam firman-Nya, “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan,” (QS. al-A’raf: 56).

Dari penjelasan singkat tersebut, amatlah jelas bahwa ayat tersebut memerintahkan kita agar tidak berbuat kerusakan yang mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Kerusakan ini, banyak sekali bentuknya. Adapun yang sangat dekat dengan musabab terjadinya banjir, yakni perilaku membuang sampah sembarangan. Perilaku tersebut amatlah merugikan bagi lingkungan. Padahal Allah sudah menjelaskan terlebih dulu dalam Alqur’an agar tidak berbuat kerusakan yang akibatnya merugikan diri sendiri. “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).” (Q.S. Ar-Rum ayat 41)

Oleh karena itu, memperbaiki diri dengan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah menjadi salah satu solusi menghadapi berbagai musibah, mentadarusi setiap peristiwa yang terjadi untuk dijadikan hikmah bagi kehidupan. Selain itu, menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup merupakan bukti nyata bagi umat manusia, karena di dalam Alquran semua permasalahan dunia maupun akhirat sudah dijelaskan.

Keistimewaan Hujan

Bagi seorang petani, hujan amatlah ditunggu-tunggu, ketika berbulan-bulan sebelumnya merasa kesulitan air dan mengalami kekeringan. Namun, tidak jarang hujan disambut dengan penuh antisipasi akan datangnya banjir, macet atau bencana alam lainnya. Dengan demikian, hujan bisa menjadi berkah dan bisa juga menjadi bencana, tergantung apa yang dibawanya. Akan tetapi di dalam Islam, hujan adalah berkah bagi umat manusia, sedangkan bencana yang menimpanya adalah ulah dari perbuatannya sendiri. Bukti bahwa hujan adalah sebuah keberkahan telah termaktub dalam Alqur’an, “Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS: Qaaf : 9).

Selain itu, keistimewaan hujan juga dijelaskan oleh Rasulullah Saw dalam sebuah riwayat yang

menjelaskan bahwa, hujan merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Sebagaimana

diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan: Bertemunya dua pasukan, Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.”

Dari penjelasan singkat di atas, jelaslah bahwa hujan bukanlah sumber petaka yang mendatangkan musibah. Sebaliknya, hujan membawa berkah bagi umat manusia. Bahkan, ketika hujan datang merupakan kesempatan emas bagi kita untuk berdoa karena menjadi salah satu waktu mustajab, yakni waktu dikabulkannya sebuah permohonan seorang hamba.[]

RELATED ARTICLES

Kurban Kambing secara Patungan, Bolehkah?

KIBLATKU.COM - Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya...

Ketentuan Qurban dan Dasar Hukumnya dalam Islam

KIBLATKU.COM - Idul Fitri dan Idul Adha datang sekali dalam satu tahun. Keduanya adalah hari besar Islam dengan fadhilah yang berbeda. Masing-masing...

Kiat Menghindari Bencana (Musibah) Menurut Alquran dan Hadis

KIBLATKU.COM - Bencana alam bukan sekadar fenomena biasa sebagaimana dipahami orang-orang sekuler. Allah Azza wa Jalla sudah menguraikannya dengan sangat jelas dalam...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Asbihu NU Soroti Pembagian Nilai Manfaat Dana Abadi Umat

Jakarta – Kehadiran Badan Pengelola Keuang Haji (BPKH) sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan haji dinilai...

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Recent Comments