Sunday, August 1, 2021
Home Kajian Fiqih Ibadah Cara Mandi Wajib (Junub) Beserta Rukun dan Sunnahnya

Cara Mandi Wajib (Junub) Beserta Rukun dan Sunnahnya

KIBLATKU.COM – Mandi Junub atau yang kerap dikenal dengan mandi wajib menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Muslim untuk membersihkan diri dari hadas besar. Ya, mandi junub ini merupakan salah satu ritual yang wajib dilakukan jika terjadi suatu hal yang membatalkan ibadah. Mandi junub kerap dilakukan oleh orang dewasa dengan kondisi adanya hadas besar pada tubuhnya karena haid, nifas pada perempuan, dan karena jimak atau berhubungan badan. Oleh karena itu, jika kamu mengalami salah satu kondisi tersebut, maka diwajibkan bagi kamu untuk membasuhkan air ke seluruh tubuh dengan cara mandi junub ini.

Berbeda dengan hadas kecil yang dapat disucikan dengan berwudhu, untuk hadas besar maka wajib untuk melakukan mandi junub. Kalau kamu tidak melakukan mandi junub, maka tubuh kamu masih dianggap najis dan belum bisa melakukan kewajiban beribadah. Untuk itu, kamu perlu memahami cara mandi junub dengan benar.

Dasar Hukum

Cara mandi wajib sudah ada kaidahnya sendiri dan sudah seharusnya dilakukan dengan benar. Sebab, bila tidak dilakukan dengan benar, apalagi malah tidak melakukannya sama sekali maka ibadah-ibadah yang kamu jalankan selama belum melaksanakan mandi wajib tidak akan sah. Tentunya ada dasar hukum atau dalil yang menjadi dasar wajibnya mandi wajib atau junub ini.

Berikut ini beberapa diantaranya:  “Dan jika kamu junub Maka mandilah..” (Q.S Al Maidah: 6)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. (Q.S An Nisa: 43)

“Bahwasanya Nabi Muhammad apabila mandi jinabah ia memulai dengan membasuh kedua tangannya kemudian wudhu seperti wudhu untuk shalat lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air kemudian menyisirkannya ke pangkal rambut kemudian mengalirkan air ke kepalanya tiga cawukan dengan kedua tangannya kemudian meratakan air pada seluruh kulit badannya. (H.R Bukhari)

Rukun dan Sunnah Mandi Wajib

Para ulama memilah mana yang merupakan pokok (rukun) dalam mandi janabah, sehingga tidak boleh ditinggalkan, mana yang merupakan sunnah sehingga bila ditinggalkan tidak merusak sah-nya mandi janabah itu.

Untuk melakukan mandi janabah, maka ada 3 hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun atau pokok.

Pertama, Niat. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Semua perbuatan itu tergantung dari niatnya.” (H.R Bukhari d Muslim). Kedua, Menghilangkan Najis Kalau Ada di Badan. Menghilangkan najis dari badan sesunguhnya merupakan syarat sahnya mandi janabah. Dengan demikian, bila seorang akan mandi janabah, disyaratkan sebelumnya untuk memastikan tidak ada lagi najis yang masih menempel di badannya. Caranya bisa dengan mencucinya atau dengan mandi biasa dengan sabun atau pembersih lainnya. Adapun bila najisnya tergolong najis berat, maka wajib mensucikannya dulu dengan air tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.

Kedua, Meratakan Air Hingga ke Seluruh Badan. Seluruh badan harus rata mendapatkan air, baik kulit maupun rambut dan bulu. Baik akarnya atau pun yang terjuntai. Semua penghalang wajib dilepas dan dihapus, seperti cat, lem, pewarna kuku atau pewarna rambut bila bersifat menghalangi masuknya air.

Ketiga Sunnah. Adapun yang termasuk dalam sunnah-sunnah yang dianjurkan dalam mandi janabah meliputi, 1) Membaca basmalah, 2) Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air, 3) Berwudhu` sebelum mandi Aisyah RA berkata,`Ketika mandi janabah, Nabi SAW berwudku seperti wudhu` orang shalat. (HR Bukhari dan Muslim), 4) Menggosokkan tangan ke seluruh anggota tubuh. Hal ini untuk membersihkan seluruh anggota badan, 5) Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudhu.

Tata cara Mandi berdasarkan Hadis Nabi “Semua hal di atas disusun berdasarkan hadits shahih yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. “Aisyah RA berkata, “Ketika mandi janabah, Nabi SAW memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian ia menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri lalu ia mencuci kemaluannya kemudia berwudku seperti wudhu` orang shalat. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya, dan apabila ia yakin semua kulit kepalanya telah basah beliau menyirami kepalnya 3 kali, kemudia beliau membersihkan seluruh tubhnya dengan air kemudia diakhir beliau mencuci kakinya”. (HR Bukhari dan Muslim)

Demikian penjelasan singkat tentang mandi wajib ini, semoga bisa menambah pengetahuan tentang fikih sehingga bisa menjalankan ibadah berdasarkan sunnnah yang telah ditentukan, tanpa mengurangi atau menambahnya.[]

RELATED ARTICLES

Kurban Kambing secara Patungan, Bolehkah?

KIBLATKU.COM - Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya...

Ketentuan Qurban dan Dasar Hukumnya dalam Islam

KIBLATKU.COM - Idul Fitri dan Idul Adha datang sekali dalam satu tahun. Keduanya adalah hari besar Islam dengan fadhilah yang berbeda. Masing-masing...

Kiat Menghindari Bencana (Musibah) Menurut Alquran dan Hadis

KIBLATKU.COM - Bencana alam bukan sekadar fenomena biasa sebagaimana dipahami orang-orang sekuler. Allah Azza wa Jalla sudah menguraikannya dengan sangat jelas dalam...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Asbihu NU Soroti Pembagian Nilai Manfaat Dana Abadi Umat

Jakarta – Kehadiran Badan Pengelola Keuang Haji (BPKH) sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan haji dinilai...

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Recent Comments