Friday, July 23, 2021
Home Kolom Duh...! New Normal Masih Menyimpan Dilema

Duh…! New Normal Masih Menyimpan Dilema

KIBLATKU.COM – Saat ini Indonesia tengah berusaha menjalankan new normal pada kondisi pandemi virus Corona (COVID-19). New normal dikatakan sebagai cara hidup baru di tengah pandemi virus corona yang angka kesembuhannya makin meningkat. Beberapa daerah telah membuat aturan terkait penerapan new normal sambil terus melakukan upaya pencegahan Covid-19. Masyarakat diharapkan mengikuti aturan tersebut dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pada prinsipnya, new normal adalah fase di mana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan dan publik diperbolehkan untuk kembali beraktivitas dengan sejumlah protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah sebelum ditemukannya vaksin. Langkah ini dijalankan pemerintah untuk memulihkan produktivitas perekonomian masyarakat agar kembali bergeliat setelah terpuruk.

New Normal sekarang menjadi istilah populer baru, setelah sebelum nya kita mengenal istilah-istilah social distancing, physical distancing, workfor home, PSBB dan virus corona. Dengan diberlakukan nya new normal bukan berarti masyarakat bebas seperti sebelum adanya COVID-19. Tetapi kita harus membiasakan diri dengan protokol kesehatan yang berlaku, karena pandemi ini masih berlangsung.

Kesehatan Vs Ekonomi  

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara mengenai skenario new normal. Hal itu diungkapkannya saat menjawab pertanyaan mana yang lebih didahulukan antara kesehatan dan ekonomi. “Bagi saya, keduanya sama pentingnya dan harus berjalan bersama. Pandangan yang seolah-olah mendahulukan ekonomi sehingga buru-buru dilakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah tidak benar,” katanya.

Dia menjelaskan, sejak Maret 2020, melalui PSBB pemerintah melakukan langkah untuk memprioritaskan kesehatan dengan terlebih dahulu merelokasikan anggaran untuk sarana dan fasilitas kesehatan bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta masyarakat langsung. Langkah-langkah pencegahan secara masif dilakukan dari tingkat pusat sampai level terkecil di desa-desa.

“Langkah-langkah dalam membuat protokol kesehatan disiapkan di tempat industri, mal, serta tempat publik lainnya. Saat ini masing-masing kementerian menyiapkan protokol tersebut. TNI dan Polri juga akan turut terlibat untuk menjamin enforcement dan disiplin pelaksanaan protokol tersebut di ruang publik,” terangnya.

Hal senada diungkap Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan kebijakan kenormalan baru atau new normal yang diambil pemerintah memuat aturan rinci di setiap sektor, sehingga dapat menjaga kesehatan rakyat sekaligus memutar kembali roda ekonomi. “Ini penting karena new normal yang diperlukan Indonesia bukan yang memilih antara ekonomi dan kesehatan, tapi bagaimana keduanya bisa berjalan bersamaan,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2020).

Puan meminta, pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi yang ketat dalam penerapan kenormalan baru. Dalam pengambilan keputusan dalam penanganan Covid-19, pemerintah harus mengacu pada laporan data Gugus Tugas Covid-19 dengan memperhatikan penambahan kasus baru. “Kita semua tentu ingin agar kebijakan new normal bisa menggerakan ekonomi masyarakat namun tanpa mengabaikan risiko kesehatan, dan juga kita menanti terobosan instansi terkait dalam hal pelacakan penyebaran Covid-19 yang sudah didorong untuk memanfaatkan sistem teknologi telekomunikasi,” pungkasnya

Menuai Kritik

Kita bisa memaklumi alasan pemerintah menerapkan new normal ini, dimana tujuan menyelamatkan ekonomi menjadi alasan yang paling utama. Jika kita melihat indikator asumsi dasar ekonomi makro 2020, ekonomi Indonesia anjlok sampai -2,3 persen di tahun 2020. Terlebih ada beban berat apabila pemerintah harus menutupi kebutuhan masyarakat karena aktivitasnya dibatasi dan lain-lain.

Penetapan pembatasan sosial dalam skala besar(PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 telah dilakukan di beberapa daerah, namun grafik positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat.

Jika melihat bertambahnya kasus positif covid-19, maka penerapakan psbb ini tidak berjalan efektif, faktor disiplin warga sangat rendah, Sejauh ini, masih banyak terlihat kerumunan massa, bahkan toko non bahan pangan beroperasi seperti biasa.

Oleh sebab itu, Ahli Epidemiologi kritik kebijakan new normal karena dinilai Pemerintah perlu menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat terlebih dahulu sebelum mulai membangun kembali ekonomi di masa virus corona. Kalau tidak, new normal hanya membuat ekonomi dan kesehatan masyarakat semakin memburuk.

“Dari awal sudah saya sampaikan, ini kan persoalan bagaimana memandang masalah. Persoalannya kan bagaimana sikap kita memandang masalah itu gimana sih? Saya menggunakan suatu konsep, yang itu sudah teruji, namanya horizon scanning. Jadi, kita buat garis lurus dari kiri ke kanan, kita buat identifikasi mana sebab, mana masalah, mana dampak,” kata Tifauzia Tyassuma selaku Presiden Ahlina Institute.

Dari masalah tersebut pemerintah semestinya mengambil intervensi untuk menyelesaikan masalah kesehatan dengan memperkuat fasilitas kesehatan dan juga edukasi masyarakat. Hal tersebut diperlukan karena masyarakat Indonesia punya kecenderungan iliterasi, di mana mereka tidak begitu paham risiko macam apa yang dihadirkan oleh virus corona.

Sayangnya, pemerintah malah justru melakukan hal yang sebaliknya. Dengan narasi new normal yang dipromosikan pemerintah serta keberadaan hoaks di media sosial yang tidak terbendung, masyarakat malah semakin tidak disiplin dalam menjaga kesehatan mereka sendiri karena menganggap bahaya virus corona sudah selesai. Masalahnya, hal tersebut justru bisa menjadi bumerang karena mengakibatkan lonjakan kasus yang semakin tinggi.

“Sama sekali (tidak tepat sasaran). Nah itu yang kemudian hasilnya, ini beberapa hari kan coba kita pantau ya, jadi tampaknya itu pemerintah seakan-akan seperti orang yang terburu-buru tidak jelas untuk segera menerapkan pembebasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), segera menerapkan new normal dan sebagainya. Padahal kita tahu pemerintah tidak tahu sepenuhnya apa yang dimaksud new normal dan bagaimana langkah berikutnya kalau PSBB itu dicabut kan?”

Berdasarkan pantauan KIBLATKU.COM bahwa, Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi pada hari Jumat (22/1/2021). Ada penambahan 13.632 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 965.283 kasus semenjak virus corona mewabah di Indonesia.

Pemerintah telah memperbarui data kasus Covid-19 (COVID-19) di Indonesia. Per 25 Juni, kasus positif Corona menembus angka 50.187, 20.449 pasien sembuh, dan 2.620 meninggal dunia. Itu artinya masih ada jumlah kenaikan yang signifikan di Indonesia terkait pasien positif corona.

Oleh sebab itu, konsep new normal ini harus diperhatikan baik-baik dengan ekstra hati-hati dan mungkin sangat beresiko. Jangan sampai Second Wafe menimpa masalah baru di Indonesia, dengan jumlah korban yang terus bertambah, para petugas dan fasilitas medis kita pun sudah kewalahan. Namun ini sudah menjadi kebijakan pemerintah yang harus dipatuhi, tentunya dengan memperhatikan segala kemungkinan dan menjalankan protocol kesehatan semaksimal mungkin agar wabah ini segera berlalu.[]

RELATED ARTICLES

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Ada Apa Dengan Sekularisme

KIBLATKU.COM - Kenangan indah itu bernama sekularisme. Bdadari cantik yang diburu banyak orang bukan sekularisme atau tidak sekularisme, tapi ada wilayah tertentu...

Jangan Abai! Pasien Covid di Asrama Haji Bertambah 1.054 Orang

KIBLATKU.COM - Pasien Covid-19 yang memanfaatkan asrama haji  sebagai tempat isolasi kembali bertambah. Data per hari ini, ada 1.054 pasien yang menjalani...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Ada Apa Dengan Sekularisme

KIBLATKU.COM - Kenangan indah itu bernama sekularisme. Bdadari cantik yang diburu banyak orang bukan sekularisme atau tidak sekularisme, tapi ada wilayah tertentu...

Recent Comments