Monday, April 12, 2021
Home Kajian Ibnu Sina, Ilmuan Muslim Pencetus Metode Karantin

Ibnu Sina, Ilmuan Muslim Pencetus Metode Karantin

kiblatku.com – Pada masa pandemi virus corona ini, World Health Organization (WHO), pakar medis, dan pemerintah di berbagai dunia menggaungkan untuk karantina mandiri di rumah masing-masing alias physical distancing guna mencegah penyebaran virus corona. apalagi akhiri-akhir ini ditemukan varian baru virus corona yang lebih menghawatirkan.

Sejatinya ilmuwan dan pakar medis muslim sudah mengenalkan metode karantina jauh sebelum virus corona mewabah di berbagai penjuru dunia saat ini.

Ibnu Sina yang di barat dikenal dengan nama Avicenna merupakan seorang ulama, filusuf, ilmuan dan pakar medis muslim yang berasal dari Persia (Iran). Ia hidup antara 980-1037, juga dikenal sebagai bapak kedokteran modern awal.

Salah satu ide awal yang pernah Ibnu Sina ajarkan adalah motode karantina untuk mencegah penyebaran penyakit. Ia mengajarkan, guna mencegah penyebaran penyakit antar sesama manusia diperlukan karantina atau isolasi orang yang berpenyakit itu selama 40 hari.

Seperti dilansir dari website Siasat, Ibnu Sina menyebut metode karantina 40 hari ini sebagai al-Arba’iniya (empat puluh). Oleh karena itu, asal usul metode yang saat ini digunakan di banyak dunia untuk memerangi pandemi virus corona yang mengharuskan masyarakat dunia untuk melakukan karantina mandiri dengan tinggal di rumah saja, salah satu sumbernya berasal dari pemikiran Ibnu Sina.

Dikenal sebagai pelopor ilmu kedokteran eksperimental, Ibnu Sina juga melakukan penemuan penting. Salah satunya penemuan tentang tuberculosis (TBC).

Maha karya Ibnu Sina yang masih jadi rujukan hingga saat ini adalah Kitab al-Shifa (Buku Penyembuhan) dan The Canon of Medicine.

Dua buku ini menjadi warisan penting bagi dunia kedokteran di Timur maupun Barat. Bahkan buku The Canon of Medicine yang dalam bahasa Arabnya Al-Qanun fi Tibb dianggap sebagai buku kedokteran eksperimental paling penting dalam sejarah.

Saking pentingnya, buku itu menjadi kitab suci dunia pengobatan Islam dan Eropa hingga abad ke-17. Buku tersebut dipakai oleh para dosen kedokteran di Barat untuk memperkenalkan prinsip-prinsip dasar sains. Di antara isinya tentang teori dan praktik kedokteran seperti ilmu anatomi, ginekologi, dan pediatri.[]

RELATED ARTICLES

Jangan Kendor! Inilah Tips Istiqamah Menjalankan Ibadah di Bulan Ramadhan

KIBLATKU.COM - Sebentr lagi datang bulan Ramadhan, bulan suci nan mulia yang dinanti umat muslim di seluruh dunia. Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya...

Catat Ya! Kiat Khataman Al-Quran Selama Bulan Ramadhan

KIBLATKU.COM - Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Muslim tidak saja diwajibkan untuk berpuasa, tetapi juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah lain yang pahalanya...

Hukum Jual Beli Online Dalam Pandangan Islam

KIBLATKU.COM - Hukum jual beli online dalam Islam halal selagi ada barang dan dibayar tunai serta tidak ada unsur penipuan. Hukum jual...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Gandeng Bukalapak, BSI Hasanah Card Bantu UMKM Lewat Digital

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. berkomitmen terus mendukung penjualan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lewat platform digital. Salah...

Jangan Kendor! Inilah Tips Istiqamah Menjalankan Ibadah di Bulan Ramadhan

KIBLATKU.COM - Sebentr lagi datang bulan Ramadhan, bulan suci nan mulia yang dinanti umat muslim di seluruh dunia. Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya...

Catat Ya! Kiat Khataman Al-Quran Selama Bulan Ramadhan

KIBLATKU.COM - Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Muslim tidak saja diwajibkan untuk berpuasa, tetapi juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah lain yang pahalanya...

Perkuat Moderasi Beragama di Sekolah, Pemda & Kemenag Harus Sinergi

KIBLATKU.COM - Sekjen Kemenag Nizar mengatakan bahwa dibutuhkan kerja sama antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama di sekolah. 

Recent Comments