Friday, July 23, 2021
Home Kajian Ibnu Sina, Ilmuan Muslim Pencetus Metode Karantin

Ibnu Sina, Ilmuan Muslim Pencetus Metode Karantin

kiblatku.com – Pada masa pandemi virus corona ini, World Health Organization (WHO), pakar medis, dan pemerintah di berbagai dunia menggaungkan untuk karantina mandiri di rumah masing-masing alias physical distancing guna mencegah penyebaran virus corona. apalagi akhiri-akhir ini ditemukan varian baru virus corona yang lebih menghawatirkan.

Sejatinya ilmuwan dan pakar medis muslim sudah mengenalkan metode karantina jauh sebelum virus corona mewabah di berbagai penjuru dunia saat ini.

Ibnu Sina yang di barat dikenal dengan nama Avicenna merupakan seorang ulama, filusuf, ilmuan dan pakar medis muslim yang berasal dari Persia (Iran). Ia hidup antara 980-1037, juga dikenal sebagai bapak kedokteran modern awal.

Salah satu ide awal yang pernah Ibnu Sina ajarkan adalah motode karantina untuk mencegah penyebaran penyakit. Ia mengajarkan, guna mencegah penyebaran penyakit antar sesama manusia diperlukan karantina atau isolasi orang yang berpenyakit itu selama 40 hari.

Seperti dilansir dari website Siasat, Ibnu Sina menyebut metode karantina 40 hari ini sebagai al-Arba’iniya (empat puluh). Oleh karena itu, asal usul metode yang saat ini digunakan di banyak dunia untuk memerangi pandemi virus corona yang mengharuskan masyarakat dunia untuk melakukan karantina mandiri dengan tinggal di rumah saja, salah satu sumbernya berasal dari pemikiran Ibnu Sina.

Dikenal sebagai pelopor ilmu kedokteran eksperimental, Ibnu Sina juga melakukan penemuan penting. Salah satunya penemuan tentang tuberculosis (TBC).

Maha karya Ibnu Sina yang masih jadi rujukan hingga saat ini adalah Kitab al-Shifa (Buku Penyembuhan) dan The Canon of Medicine.

Dua buku ini menjadi warisan penting bagi dunia kedokteran di Timur maupun Barat. Bahkan buku The Canon of Medicine yang dalam bahasa Arabnya Al-Qanun fi Tibb dianggap sebagai buku kedokteran eksperimental paling penting dalam sejarah.

Saking pentingnya, buku itu menjadi kitab suci dunia pengobatan Islam dan Eropa hingga abad ke-17. Buku tersebut dipakai oleh para dosen kedokteran di Barat untuk memperkenalkan prinsip-prinsip dasar sains. Di antara isinya tentang teori dan praktik kedokteran seperti ilmu anatomi, ginekologi, dan pediatri.[]

RELATED ARTICLES

Kurban Kambing secara Patungan, Bolehkah?

KIBLATKU.COM - Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya...

Ketentuan Qurban dan Dasar Hukumnya dalam Islam

KIBLATKU.COM - Idul Fitri dan Idul Adha datang sekali dalam satu tahun. Keduanya adalah hari besar Islam dengan fadhilah yang berbeda. Masing-masing...

Kiat Menghindari Bencana (Musibah) Menurut Alquran dan Hadis

KIBLATKU.COM - Bencana alam bukan sekadar fenomena biasa sebagaimana dipahami orang-orang sekuler. Allah Azza wa Jalla sudah menguraikannya dengan sangat jelas dalam...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Ada Apa Dengan Sekularisme

KIBLATKU.COM - Kenangan indah itu bernama sekularisme. Bdadari cantik yang diburu banyak orang bukan sekularisme atau tidak sekularisme, tapi ada wilayah tertentu...

Recent Comments