Saturday, September 18, 2021
Home Kajian Ingin Meraih Kebahagiaan Hidup? Begini Menurut Alquran

Ingin Meraih Kebahagiaan Hidup? Begini Menurut Alquran

KIBLATKU.COM – Dalam kehidupan ini, banyak umat manusia (bahkan semua) mendambakan kehidupan yang bahagia. Namun kenyataannnya, kebahagiaan itu tidak semua dapat merasakannya karena ada bnyak hambatan yang harus dilalui.

Belum lagi ukuran kebahagiaan yang beragam dan bahkan tidak terjabarkan. Misalnya, ada orang yang cukup bahagia dengan memiliki rumah sendiri, tapi ada juga yang merasa tak lengkap kebahagiaannya apabila tidak memiliki kendaraan (mobil) pribadi dan begitu seterusnya.

Akhirnya, hidupnya senantiasa diliputi kegelisahan dan kegundahan. Hatinya selalu dirundung kebencian, buruk prasangka, amarah dan dendam. Penyebabnya adalah karena tidak tahu bagaimana cara meraih kebahagiaan dalam hidup. Lantas bagaimana pandangan Alquran terhadap makna kebahagiaan dan cara meraihnya?

Makna Kebahagiaan

Dalam Alquran kata yang paling tepat menggambarkan kebahagiaan adalah kata Aflaha. Aflaha merupakan kata turunan dari akar kata falaha yang memiliki arti kemakmuran, keberhasilan, kenyamanan, atau keadaan hidup yang senantiasa dalam kebaikan dan keberkahan. Arti kebahagiaan yang dimaksud bukan hanya ketentraman dan kenyamanan saja. Karena yang demikian suatu saat tidak melahirkan kebahagiaan. Untuk mencapai tahap kebahagiaan, kelestarian dan usaha menetapkan perasaan kenyamanan dan kesenangan itu dalam diri harus senantiasa dijaga.

Di dalam Alquran banyak terdapat redaksi la’lakum tuflihuna (QS 2:189, QS 3:130, QS 3:200, QS 5: 35, QS 5:90, QS 5:100, QS 7:69, QS 8: 45, QS 22:77, QS 24:31, QS 62: 10). Redaksi atau ayat tersebut menunjukkan bahwa semua perintah Allah dimaksudkan agar hidup bahagia dengan cara melakukan perbuatan yang dapat mengantarkan pada kebahagiaan tersebut. Salah satunya adalah dengan membahagiaan orang lain.

Hal ini sesuai dengan hadits yang meriwatkan suatu ketika Rasul Saw, ditanya tentang amal yang paling utama, beliau menjawab, “Engkau masukkan rasa bahagia pada hati seorang mukmin, engkau lepaskan kesulitan, engkau hibur hatinya, dan engkau lunasi utang-utangnya,”

Secara lebih detail berikut cara meraih kebahagiaan dalam hidup berdasarkan Alquran:

Pertama, bersyukur, ridha dan tawakal atas segala musibah. Sebab mengeluh dan meratapi musibah akan menghidupkan gen-gen negatif yang mengintruksikan pada aksi-aksi negatif pula serta mempengaruhi kondisi tubuh. Sebaliknya, jika kita tertimpa musibah kemudian menata jiwa dan pikiran dengan syukur dan ridha maka akan mengihupkan gen-gen positif dalam tubuh, dan kebahagiaan pun dapat dirasakan. Allah berfirman dalam surat al-Tawbah, “Apa yang menimpa kami ini telah Allah gariskan. Dialah pelindung kami. Hanya Allah semata semestinya orang-orang mukmin itu bertawakal”.

Kedua, memaafkan orang lain jika melakukan kesalahan. Sebab memaafkan justru memiliki manfaat yang besar yang kembali kepada diri kita sendiri, yaitu mengobati rasa sakit hati. Menurut Alquran, obat terbaik untuk menyembuhkan sakit hati adalah tak membalas sakit hati, menahan diri untuk kemudian memaafkan. Dengan memaafkan hidup kita akan selalu bahagia, sebab memaafkan tidak lahir kecuali dari hati yang bahagia. Allah berfirma dalam surat al-Nahl, “Balaslah perbuatan mereka setimpal dengan apa yang mereka perbuat kepadamu. Namun, jika kau lebih memilih menahan diri, itu lebih baik”.

Ketiga, menjahui buruk prasangka. Sebab secara psikologis buruk sangka akan menyebabkan berbagai penderitaan jiwa, yaitu marah, cemas, dan berbagai emosi negative lainnya. Allah berfirman dalam surat al- Fath: 12, “Setan telah menghias prasangka itu di hati kalian. Kalian telah berprasangka buruk. Maka, jadilah kalian kaum yang menderita”.

Keempat, menajahui kebiasaan marah-marah ketika menghadapi atau tertimpa sesuatu. Sebab marah atau emosi dapat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan pikiran, dan dapat menjadikan stress. Selain itu, marah yang berkepanjangan akan menimbulkan kebencian dan melahirkan dendam. Dengan demikian hidup tak terasa bahagia dan akan menjadi penyakit. Allah berfirman dalam surat al-Kahf:: 6, “Sekiranya mereka tidak memercayai Alquran, barangkali kau akan membunuh dirimu sendiri karena sedih, meratap, setelah mereka berpaling”.

Kelima, mengurangi keinginan yang bersifat duniawi dengan zuhud dan qona’ah. Karena terkadang banyak keinginan yang tidak realistis, sehingga menjadikan diri stress sebab tak semua keinginan dapat dicapai. Biasanya keinginan datang dari luar diri kita, maka buanglah keinginan-keinginan yang sebenarnya bukan keinginan anda. Tentukanlah keinginan anda sendiri dan kurangi keinginan anda. Sebab tidak ada cara yang paling mudah menghilangkan stress kecuali mengurangi keinginan untuk memiliki segala-galanya. Alquran dalam surat Thaha: 124 menggambarkan situasi sters dengan kalimat, “dadanya dijadikan sesak dan sempit, seperti orang yang terbang ke langit”. Dengan melakukan petunjuk-petunjuk Alquran tersebut di atas, akan banyak mendapatkan pencerahan dan pemahaman tentang bagaimana memperoleh kebahagiaan hidup di dunia, dan sejatinya hidup ini adalah mencari kebahagiaan dunia dan akhirat.[] Wallahu ‘Alam

RELATED ARTICLES

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Ada Apa Dengan Sekularisme

KIBLATKU.COM - Kenangan indah itu bernama sekularisme. Bdadari cantik yang diburu banyak orang bukan sekularisme atau tidak sekularisme, tapi ada wilayah tertentu...

Kurban Kambing secara Patungan, Bolehkah?

KIBLATKU.COM - Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Rektor UIN Sumatra Utara Siap Integrasikan Merdeka Belajar dan Wahdatul Ulum

Kiblatku.com - Presiden RI Joko Widodo menghadiri pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang digelar di Solo, Senin (13/9/2021).

Tinjau Vaksinasi Pesantren, Wapres Ingatkan Menjaga Diri Perintah Agama

KIBLATKU.COM - Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meninjau gelaran vaksinasi dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas siswa Madrasah Aliyah di Pondok...

Kemenag Sediakan 6,9M untuk Masjid dan Musala Terdampak Covid, Berikut Syaratnya!

KIBLATKU.COM - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan musala di daerah...

Wamenag: Pengusaha Muslimah Wajib Menguasai Literasi Digital

KIBLATKU.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengingatkan para pengusaha muslimah tentang pentingnya penguasaan literasi digital dalam pengembangan usahanya.

Recent Comments