Sunday, August 1, 2021
Home Ekonomi Islam Asuransi Ini Penyebab Aset Keuangan Syariah RI Kalah dari Malaysia

Ini Penyebab Aset Keuangan Syariah RI Kalah dari Malaysia

kiblatku.com – Pangsa pasar industri keuangan syariah Indonesia ternyata masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga, terutama Malaysia.

Hal ini disebabkan oleh tingkat inklusi keuangan syariah yang masih rendah ditambah sumber daya di industri keuangan syariah yang masih jadi tantangan ke depan bagi pada pemangku kepentingan.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), bank hasil gabungan tiga bank syariah BUMN, Hery Gunardi menyatakan bank syariah relatif masih unggul ketimbang perbankan konvensional dari sisi pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga yang mampu tumbuh dua digit saat pandemi Covid-19. https://ef3f68c891c8d1c600a0765f991b22af.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

“Pertumbuhan perbankan syariah dalam 4 tahun cukup baik, dari pertumbuhan aset, pembiayaan, DPK. Rata-rata tumbuh double digit, kecuali pembiayaan,” kata Hery, dalam pemaparan secara virtual di forum IAEI, Selasa (29/12/2020).

Namun, jika dilihat dari pangsa pasar atau market share bank syariah masih kecil, yakni 6,81% dari total perbankan. Indonesia dengan jumlah penduduk mayoritas muslim ternyata produk keuangannya masih didominasi produk keuangan konvensional.

“Indonesia merupakan negara penduduk Muslim terbesar, tapi market share masih sangat kecil di bawah 7%. Malaysia 25-30%, Timur Tengah sudah di atas 60%. Ini PR kita semua,” kata Hery melanjutkan.

Oleh sebab itu, kata mantan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ini, Indonesia bisa mengambil peluang tersebut.

“Potensi bisnis halal ini sangat besar, dan mudah mudahan merger bisa mencitakan bank syariah yang kuat, besar, yang bisa memenuhi kebutuhan industri halal di Indonesia,” bebernya.

Lantas apa yang menyebabkan gap pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia?

Dari beberapa studi, ternyata indeks literasi bank syariah di Indonesia masih sangat kecil, termasuk inklusi keuangan syariah yang masih di bawah 10%, sedangkan keuangan konvensional sudah 40% dengan tingkat inklusi keuangan 75,3%.

“Ada gap yang harus kita kejar, sehingga menjangkau makin banyak masyarakat Indonesia di perbankan syariah. Ini jadi salah satu kendala rendahnya tingkat pertumbuhan jumlah rekening,” tandasnya.

Sebagai perbandingan, data terbaru disampaikan dalam Laporan Perkembangan Keuangan Islam 2020 (2020 Islamic Finance Development Report) yang dirilis 9 Desember oleh Refinitiv dan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD).

Dalam laporan itu, aset keuangan Islam global diperkirakan mencapai US$ 3,69 triliun pada tahun 2024, sementara peringkat Indonesia di industri keuangan global Islam juga merangsek paling tinggi ke posisi 2 di tahun ini, dari tahun sebelumnya di posisi 4 dunia.

Menurut laporan tersebut, yang aset keuangan Islam global meningkat 14% year-on-year dengan total US$ 2,88 triliun pada 2019

Menurut laporan itu, lima negara maju teratas dalam kaitannya dengan keuangan Islam adalah Malaysia, Indonesia, Bahrain, UEA (Uni Emirat Arab), dan Arab Saudi.

Tahun ini, Indonesia menunjukkan salah satu peningkatan paling menonjol dalam Indikator Pengembangan Keuangan Islam (Islamic Finance Development Indicator/IFDI), naik ke posisi kedua untuk pertama kalinya karena peringkat pengetahuan dan kesadarannya yang tinggi akan keuangan Islam. Posisi Indonesia naik di posisi 2 di tahun ini, dari peringkat 4 di tahun 2019. Nomor satunya siapa,  Malaysia maning.[] cnbc

RELATED ARTICLES

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Dukung IKM Pangan, Kemenag-Kemenperin Sosialisasikan Sertifikasi Halal

KIBLATKU.COM - Kementerian Agama dan Kementerian Perindustrian menyosialisasikan sertifikasi halal bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang bergerak di bidang pangan....

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Asbihu NU Soroti Pembagian Nilai Manfaat Dana Abadi Umat

Jakarta – Kehadiran Badan Pengelola Keuang Haji (BPKH) sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan haji dinilai...

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Recent Comments