Thursday, June 24, 2021
Home Kajian Fiqih Ibadah Keistimewaan Puasa Sunnah Syawal

Keistimewaan Puasa Sunnah Syawal

KIBLATKU.COM – Dalam surat al-Insyirah Allah SWT memerintahkan hambanya, jika telah selesai dari melaksanakan sesuatu yang positif, untuk melanjutkan hal positif tersebut dengan hal positif yang lain (faidza faragta fanshab). Maka, dalam konteks puasa ramadan, setelah seorang muslim selesai melaksanakan puasa ramadan, ia disunnahkan untuk melaksanakan puasa 6 hari di bulan syawal, sebagai kelanjutan dari ibadah puasa ramadan yang telah ia laksanakan satu bulan penuh.

Setelah hari raya tanggal 1 Syawal, Nabi menyebutkan adanya anjuran puasa di bulan Syawal. Puasa ini dianjurkan dilakukan selama enam hari. Dalam hadis disebutkan:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ”

Artinya:

Dari Abu Ayyub Al Anshari berkata, bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan, kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka bagai berpuasa selama setahun penuh.” (HR. Muslim)

Betapa istimewa puasa di bulan Syawal ini, hingga dinilai sampai puasa setahun penuh. Bagaimana perumpamaan tersebut bisa dipahami? Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan keutamaan ini dengan cara dihitung, dengan pedoman ayat berikut:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Barangsiapa melakukan amal yang baik, maka baginya (balasan kebaikan) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang melakukan perbuatan jahat, maka dia tidak diberi pembalasan, melainkan seimbang dengan kejahatannya, lagi mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan) (QS Al-An’am: 160)

Ayat tersebut menyatakan bahwa orang yang melakukan kebaikan mendapat balasan kebaikan sepuluh kali lipat. Imam an-Nawawi menilai bahwa puasa selama 30 hari di bulan Ramadan, jika dikalikan sepuluh sebagaimana disebutkan ayat di atas, maka mendapat balasan bagai puasa 300 hari.

Sedangkan enam hari di bulan Syawal, jika merujuk makna ayat di atas, maka jadi 60 hari. 300 tambah 60 hari? Sudah nyaris setahun.

Bukankah setahun itu 365 hari, maka ke mana 5 hari sisanya? Nah, jika kita merujuk kalender Masehi dengan jumlah hari yang demikian, maka lima hari yang tidak berpuasa itu adalah hari yang diharamkan berpuasa: dua hari raya – Idul Fitri dan Idul Adha, serta tiga hari tasyriqpada 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Karena itulah kebanyakan ulama dari kalangan mazhab Syafii, menyebutkan bahwa anjuran puasa itu lebih utama jika dimulai sejak tanggal 2 Syawal sampai 7 Syawal, secara berturut-turut. Meskipun begitu, jika tidak bisa berturut-turut, selagi masih dalam bulan Syawal, puasa enam hari ini bisa dilakukan acak. Hal tersebut tetap mendapatkan pahala karena keutamaan mengiringi puasa Ramadan dengan puasa sunnah. (M/AS)

RELATED ARTICLES

Puasa Qadha, Ketentuan dan Waktu Terbaiknya

KIBLATKU.COM - Mudik merupakan tradisi yang sudah melekat di republik ini meski di era pandemi Covid-19, masyarakat masih ‘nekad’ memanfaatkan momen Idul...

Inilah Hukum, Niat dan Tata Cara Puasa Syawal

KIBLATKU.COM - Syawal adalah bulan di mana umat Nabi Muhammad merayakan kemenangan dan kembali ke fitrahnya sebagai manusia. Secara harfiah, Syawal memiliki...

Masih Ingat!, Berikut Lafal Niat Menunaikan Zakat Fitrah

KIBLATKU.COM - Seluruh amal ibadah harus melibatkan niat. Bukan hanya ibadah wajib tapi juga ibadah sunnah. Niat merupakan bagian dari penentu sah atau tidaknya...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Resmi Dirilis, Inilah Edaran Prokes Penyelenggaraan Salat Iduladha dan Qurban 1442 H

KIBLATKU.COM - Kementerian Agama menerbitkan edaran tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Iduladha 1442 H/2021 M dan pelaksanaan qurban di masa...

BPJPH Kembali Fasilitasi Sertifikasi Halal Produk UMK

KIBLATKU.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag tahun ini akan kembali memfasilitasi sertifikasi halal produk pelaku usaha mikro dan kecil...

Sukses Gelar Munas IX, Iwapi Ajak Pengusaha Wanita Beralih ke Digital Marketing

KIBLATKU.COM - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau IWAPI sukses menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-IX secara online dan offline yang diikuti ribuan anggota...

Bima Arya Buka Pameran Perupa Perempuan Bogor

Kiblatku.com - Perupa Perempuan Bogor bekerjasama dengan Rancamaya Golf Estate dan Bank BJB didukung Pemkot Bogor, menggelar Pameran Seni Rupa pada 20-27...

Recent Comments