Monday, October 18, 2021
Home Kolom Mengembalikan Fungsi Masjid

Mengembalikan Fungsi Masjid

Oleh: Kholid Ma’mun (Pegiat Dakwah dan Alumni Al-Azhar Kairo Mesir)

KIBLATKU.COM – Kedudukan masjid bagi kaum muslimin sangat penting, masjid bisa diumpamakan seperti air bagi ikan, masjid sebagai airnya dan kaum muslimin sebagai ikannya. Jika ikan dipisahkan dengan air, maka ikan itu tidak akan bertahan lama dalam hidupnya, ikan akan segera mati. Hal ini berarti apabila kaum muslimin jauh dari masjid, atau tidak suka dengan masjid, maka ruh keislamannya bisa terancam pada kematian atau paling tidak jiwa keislamannya itu menjadi kering. Karena begitu penting peran masjid bagi kaum muslimin, maka perhatian Rasulullah Saw. Dan para sahabatnya terhadap masjid sangat besar.

Usaha pertama yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Setelah tiba di Madinah adalah membangun masjid. Masjid menghimpun banyak kaum muslimin, di situlah mereka mengatur segala urusan, bermusyawarah, saling membantu mengatasi masalah, menghindarkan setiap perusakan terhadap akidah, diri dan harta mereka.Masjid adalah pusat mereka berlindung kepada Allah, memohon ketentraman, kekuatan, dan pertolongan dari-Nya

Pada masa permulaan Islam, masjid memerankan fungsi yang sangat signifikan. Namun,saat ini sebagian besar dari fungsi-fungsi tersebut terabaikan oleh kaum muslimin. Dahulu masjid berfungsi sebagai pangkalan angkatan perang dan pergerakan kemerdekaan, selain itu masjid juga berfungsi sebagai markas pendidikan. Di masjidlah manusia dididik supaya memegang teguh keutamaan, cinta kepada ilmu pengatahuan, mempunyai kesadaran sosial, serta menyadari hak dan kewajiban mereka kepada Negara yang didirikan guna merealisasikan ketaatan kepada Allah. Pengajaran baca tulis sebagai gerakan pemberantasan buta huruf dimulai dari masjid Rasulullah. Di samping itu, masjid merupakan sumber pencaran moral karena di situlah kaum muslimin menikmati akhalak-akhlak mulia Rasulullah Saw.

Hasan Langgunung mengemukakan bahwa masjid merupakan lembaga pendidikan pokok pada zaman Nabi dan khulafa’ ar-rasyidin. Ketika ilmu-ilmu asing memasuki masyarakat Islam, ia juga memasuki masjid dan harus dipelajari bersama-sama dengan ilmu agama. (Asas-asas pendidikan Islam)

Muhammad Athiyah Al-Abrasyi menyampaikan bahwa pada  masa keemasan Islam peratama, pemuda-pemuda dan orang-orang yang telah berumur bersama-sama duduk di masjid untuk mengikuti bebeapa pelajaran yang diberikan. Di antara mereka yang telah menjadi siswa di masjid itu adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayidina Abdullah bin Abbas Radiyallahu anhuma

Bahkan di Al-Azhar Cairo Mesir yang menjadi pusat study Islam terbesar dan kiblat ilmu keislaman dunia saat ini, pun bermula dari Al-Jami’ (masjid), hal ini menggambarkan begitu besar peran masjid dalam membangkitkan bukan hanya masalah ibadah umat tetapi juga dalam  bidang pendidikan,wawasan dan ilmu pengetahuan.

Bagaimana Rasulullah memfungsikan masjid?

Penting untuk kita ketahui bersama bagaimana Rasulullah memfungsikan masjid, sehingga dakwah Islam bisa berkembang dan menyebar seperti yang bisa kita rasakan sekarang ini. Pertama, Rasul menjadikan masjid sebagai sarana pembinan iman kaum muslimin, Rasul membina kekokahan iman para sahabatnya di masjid, selain itu masjid juga digunakan oleh Rasul dan para sahabat untuk melaksanakan berbagai bentuk peribadatan dan mengkaji ajaran Islam, yang tentunya dapat mengokohkan kekuatan iman. Kekokohan iman membuat seorang muslim dengan senang hati mealaksanakan ajaran Islam, dan salah satu hasilnya adalah memakmurkan masjid, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Attaubah 18)

Fungsi yang kedua, sebagai sarana Pembina masyarakat yang Islami, hal ini karena masjid merupakan tempat berkumpulnya anggota masyarakat agar dibina menjadi masyarakat yang Islami. Demikianlah yang dilakukan oleh Rasul dalam membina para sahabat, sebagaimana dipersatukan dan dipersaudarakannya antara sahabat Anshar dan Al-Muhajirin. Dengan pembinaan masyarakat melalui masjid inilah, kaum muslimin menjadi terpaut hatinya dengan masjid. Rasulullah Saw. Menyampaikan dalam hadis bahwa kelak pada hari kiamat ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah Swt. dan salah satunya adalah orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.

Fungsi ketiga, menjadikan masjid sebagai sarana perjuangan, hal ini karena Islam merupakan agama yang tidak sekedar diyakini tapi juga diperjuangkan dan ditegakkan dalam kehidupan nyata, dan masjid pada masa Rasul memang dipergunakan dengan baik sebagai sarana perjuangan itu, dari masjid para sahabat dibina, dari masjid ajaran Islam disebarluaskan, dan dari masjid itu pula strategi perjuangan. Oleh karena itu, pada masa sekarang, seharusnya masjid kita manfaatkan juga sebagai sarana perjuangan dan menegakakkan nilai-nilai yang datang dari Allah Swt.

Fungsi masjid yang keempat, adalah sebagai sarana pendidikan (tarbiyah) dan pembinaan kaum muslimin, dengan tarbiyah itu in sya Allah kaum muslimin tidak hanya memiliki wawasan dan penguasan ajaran Islam yang baik sehingga mengerti mana yang haq dan mana yang bathil, tapi juga memiliki kepribadian yang mulia sebagai seorang muslim.

Sejatinya masjid bukan hanya kita jadikan tempat shalat, tetapi kita fungsikan juga sebagai pusat pembinaan umat sebagaimana yang telah penulis sampaikan pada penjelasan di atas. Kelemahan yang terjadi saat ini adalah para pengelola masjid belum bisa memanfaatkan dan memfungsikan masjid sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu tanggung jawab kita sebagai umat Islam adalah memakmurkan masjid dan mengembalikan fungsi masjid sebagaimana mestinya, seperti apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah Saw. dan para sahabatnya, sehingga jika hal ini terwujud maka tidak mustahil Islam akan bangkit dan jaya kembali sebagaimana dahulu yang pernah tercatat dalam sejarah. Semoga []

RELATED ARTICLES

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Ada Apa Dengan Sekularisme

KIBLATKU.COM - Kenangan indah itu bernama sekularisme. Bdadari cantik yang diburu banyak orang bukan sekularisme atau tidak sekularisme, tapi ada wilayah tertentu...

Perbandingan Pengelolaan Dana Haji di Negara Serumpun (Indonesia-Malaysia)

KIBLATKU.COM - Memilukan. Itulah kiranya kata yang tepat menggambarkan perasaan calon jamaah haji 2021 yang resmi dibatalkan karena pandemic covid-19. Kesedihan dan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Polemik Pencatatan Nikah Siri, Ini Komentar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

KIBLATKU.COM - Polemik tentang pernikahan siri dapat ditulis di Kartu Keluarga (KK) menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ini dipicu dari keberadaan Peraturan...

Yuk Daftar! Ada Sunatan Gratis untuk Warga Cisauk Kab Tangerang

KIBLATKU.COM - DKM Musala Nurul Amal bersama Mitra Khitan Modern dan Yayasan Lentera al-Qur'an Elhasani akan menggelar acara Maulid Nabi SAW 1443...

Demi Keadilan Nasional, DPR Usulkan RUU Ekonomi Syariah

KIBLATKU.COM - Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah telah diusulkan menjadi Prolegnas (Program Legislasi Nasional) Prioritas Tahun 2022 oleh Fraksi PKS dan juga Komisi XI DPR RI....

PTKI Harus Responsif, Beri Solusi Masalah Bangsa

KIBLATKU.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menggarisbawahi pentingnya peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam merespon persoalan sosial keagamaan. Untuk...

Recent Comments