News

Perkuat Moderasi, Kemenag Bekali Guru Madrasah Literasi Agama Lintas Budaya

KIBLATKU.COM – Kementerian Agama tengah menggencarkan upaya penguatan moderasi beragama, termasuk di kalangan madrasah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pembekalan tentang literasi agama lintas budaya.

Hal ini disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zen saat membuka Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Fikih Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Keagamaan (MA/MAK) di Tangerang, Kamis (18/2).

Workshop ini berlangsung tiga hari, 18-20 Februari 2021. Giat ini diikuti Guru MA/MAK dari Aceh, Banten, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, NTB, Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. 

Menurut Zen, Direktorat GTK Madrasah akan membuat taksforce Moderasi Beragama yang bertugas melakukan penguatan literasi agama lintas budaya bagi guru madrasah. Ada tiga pendekatan yang akan dilakukan. Pertama, personal competence. Targetnya, guru bisa memahami agamanya sendiri dengan baik sehingga tidak salah dalam memberikan pemahaman kepada orang lain (anak didik). 

Kedua, comparative comptence. Targetnya, guru bisa memahami keberadaan agama orang lain, serta sadar akan keberagamaan yang dimiliki sehingga tidak mudah terdisrupsi informasi. “Ketiga, colaboratif competence. Targetnya, membangun kerjasama antar pemeluk agama dalam kebaikan,” ujar Zen. 

Terkait pembelajaran Fikih, Zen melihat guru perlu mendorong peserta didik untuk berpikir secara lebih terbuka sehingga terbuka wawasannya. Fikih mengajarkan tentang critical thinking/critikal analysis. Ini selaras dengan pernyataan ulama, “pikiran saya benar, bisa saja mengandung kesalahan;  pikiran anda bisa saja mengandung kebenaran,” kata Zen.

Kasubdit bina GTK MA/MAK, M. Sidik Sisdiyanto menambahkan bahwa kegiatan ini adalah implementasi dari program 3K, yaitu meningkatkan kualifikasi, meningkatkan kompetensi, dan meningkatkan kesejahteraan guru. Sidik berharap, dengan kegiatan ini, guru dapat meningkatkan kompetensinya, tidak hanya dalam pelajaran Fikih, tapi juga menjadi agen moderasi beragama.

Untuk mendorong pemanfaatan pembelajaran digital, dalam workshop ini, peserta akan dibekali materi tentang Menjadi Guru Smart, Kreatif dan Inovatif. Materi ini disampaikan oleh Tim Sampoerna Foundation. Fokusnya adalah mengenalkan pendekatan bagi guru dalam mendidik anak milenial yang sangat akrab dengan internet. “Guru harus terbiasa dengan penggunaan internet agar dapat mengarahkan anak didiknya sehingga tidak salah dalam mengakses informasi,” tandasnya.[] Kemenag

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *