Tuesday, October 19, 2021
Home Kolom Respon Sejumlah Negara Muslim Terhadap Virus Corona

Respon Sejumlah Negara Muslim Terhadap Virus Corona

KIBLATKU.COM Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa hingga Rabu (11/3/2020), virus corona (Covid-19) telah menyebar di 114 negara, menginfeksi lebih dari 118 ribu orang, dan menewaskan 4.291 orang. Atas hal itu, WHO kemudian mendeklarasikan virus corona sebagai pandemi atau wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas.

Negara-negara, baik yang sudah ataupun belum terpapar virus corona, mengambil beberapa kebijakan dan langkah untuk menangkal penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu, agar tidak menginfeksi lebih banyak lagi warga negaranya. Lantas seperti apa sejumlah Negara Muslim merespon pandemic corona tersebut?

Pertama, Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah tegas terkait wabah virus corona. Untuk menghentikan penyebaran virus corona, Arab Saudi mengeluarkan beberapa kebijakan, di antaranya melarang umat Islam (termasuk warganya sendiri) untuk umrah, menghentikan wisatawan berkunjung ke wilayah Saudi, menutup sementara Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk disterilisasi, menutup pelataran tawaf dan lajur sai untuk jamaah umrah, meliburkan sementara sekolah dan universitas di wilayah kerajaan, menutup perbatasan dengan Bahrain, Kuwait, dan UEA.

Tidak hanya itu, Arab Saudi juga melarang sementara perjalanan ke dan dari hampir semua negara Eropa dan lebih dari 12 negara di Asia dan Afrika. Kebijakan ini diambil setelah kasus virus corona di Arab Saudi meningkat menjadi 45.

Kedua, Iran. Pemerintah Iran menempuh beragam upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona seperti membatalkan Shalat Jumat di kota-kota besar di Iran, menangkap penyebar hoaks terkait virus corona, melarang ekspor masker wajah selama tiga bulan dan memerintahkan seluruh pabrik untuk meningkatkan produksinya, dan menangguhkan penerbangan Iran Air ke Eropa.

Pemerintah Iran juga melarang kegiatan di sekolah dan universitas, mengurangi jam kerja, menangguhkan acara budaya dan olahraga, serta mendesak warganya agar tetap tinggal di dalam rumah. Bahkan sejumlah provinsi di Iran mengeluarkan instruksi agar hotel dan tempat wisata ditutup. Seperti diketahui,  Iran menjadi negara dengan jumlah kasus dan kematian akibat virus corona terbanyak kedua setelah China. Dilaporkan hingga hari ini, di Iran virus corona telah menginveksi lebih dari 9.000 orang dan menewaskan 354 orang.

Ketiga, Mesir.  Pemerintah Mesir memutuskan untuk menunda acara yang melibatkan banyak orang seperti festival keagamaan, konser, dan pameran. Untuk mencegah penyebaran virus corona, Kementerian Pendidikan Mesir memerintahkan sekolah untuk menangguhkan aktivitas seperti acara olaharaga dan musik. Namun, proses belajar-mengajar di sekolah tidak dihentikan di Mesir. Untuk menanggulangi kepanikan publik, Mesir menangkap tiga orang penyebar hoaks terkait virus corona. Hingga Rabu kemarin, ada 67 kasus virus corona di Mesir.

Selain ketiga Negara tersebut, masih banyak Negara Muslim yang terdampak Covid-19 dengan respon yang beragam, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Malaysia, Indonesia dan Negara Muslim lainnya.

Dampaknya Terhadap Ibadah

Virus corona menjadi wabah yang tidak bisa disepelekan, tersebar di berbagai belahan dunia Islam. Virus ini menyebabkan kematian yang tidak sedikit jumlahnya. Iran, Arab Saudi, Qatar, Turki, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Pakistan, Kuwait, Malaysia, dan Indonesia menjadi negara-negara yang sedang berjuang untuk mengatasi ketersebaran virus mematikan itu.

Semua negara memberikan prioritas terhadap upaya mencegah warga yang belum terdampak dan mengobati warga yang positif corona. Semua pihak sedang berjuang untuk memastikan virus corona tidak menyebabkan korban kematian dalam jumlah yang besar. Maka dari itu, setiap negara mengambil langkah yang sangat tegas dan terukur untuk memberikan perlindungan terhadap warganya meski membatasi acara keagamaan (ibadah) yang bersifat berjamaah.

Arab Saudi merupakan negara yang sejak awal mengambil langkah yang memberikan dampak besar bagi dunia Islam, yaitu larangan bagi jemaah umrah untuk melaksanakan ibadah dari berbagai dunia, termasuk Indonesia. Mereka yang sudah berada di dalam perjalanan, yang tersebar di berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Turki, Qatar, dan Uni Emirat Arab harus kembali ke negeri masing-masing. Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi karena larangan keras bagi jemaah untuk masuk ke Tanah Suci dalam rangka melaksanakan ibadah umrah.

Langkah serupa diambil oleh Iran, sejak kasus warga positif corona merebak, yaitu meniadakan Salat Jumat di seantero Iran. Maklum, Salat Jumat di Iran diikuti oleh puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan orang di setiap masjid karena di Iran, tidak setiap masjid dapat menyelenggarakan Salat Jumat. Iran juga menutup dua tempat suci yang diziarahi oleh jutaan umat dari berbagai dunia, yaitu makam Imam Ridha di Mashhad dan makam Sayyidah Ma’shumah di Qom. Padahal dua tempat suci ini tidak pernah sepi dari peziarah.

Di Kuwait, masjid-masjid setiap adzan secara khusus mengingatkan agar melaksanakan shalat di rumah. Warga dilarang untuk shalat di masjid, karena pada zaman wabah ini, salat di masjid bukan langkah yang tepat. Menyelamatkan jiwa harus diutamakan dengan cara melaksanakan ibadah di rumah.

Hal yang lebih penting dari ibadah adalah keselamatan nyawa setiap umat (hifdz al-nafs). Di dalam khazanah Islam, menunaikan ibadah harus senapas dengan upaya untuk menyelamatkan jiwa. Di sini, untuk memastikan keselamatan warga dalam jumlah yang lebih besar diperlukan sikap tegas, ibadah harus mengedepankan kemaslahatan bersama.

Kita bisa belajar dari negara-negara lain yang mengambil langkah tegas untuk mengutamakan keselamatan jiwa warga yang lain. Beribadah di rumah saat ini merupakan solusi yang tepat untuk mencegah ketersebaran virus. Saatnya rasionalitas dikedepankan daripada egoisme dan fanatisme yang akan membawa kemudaratan dan bahaya yang lebih besar.[] Wallahu ‘Alam

RELATED ARTICLES

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Ada Apa Dengan Sekularisme

KIBLATKU.COM - Kenangan indah itu bernama sekularisme. Bdadari cantik yang diburu banyak orang bukan sekularisme atau tidak sekularisme, tapi ada wilayah tertentu...

Perbandingan Pengelolaan Dana Haji di Negara Serumpun (Indonesia-Malaysia)

KIBLATKU.COM - Memilukan. Itulah kiranya kata yang tepat menggambarkan perasaan calon jamaah haji 2021 yang resmi dibatalkan karena pandemic covid-19. Kesedihan dan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Polemik Pencatatan Nikah Siri, Ini Komentar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

KIBLATKU.COM - Polemik tentang pernikahan siri dapat ditulis di Kartu Keluarga (KK) menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ini dipicu dari keberadaan Peraturan...

Yuk Daftar! Ada Sunatan Gratis untuk Warga Cisauk Kab Tangerang

KIBLATKU.COM - DKM Musala Nurul Amal bersama Mitra Khitan Modern dan Yayasan Lentera al-Qur'an Elhasani akan menggelar acara Maulid Nabi SAW 1443...

Demi Keadilan Nasional, DPR Usulkan RUU Ekonomi Syariah

KIBLATKU.COM - Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah telah diusulkan menjadi Prolegnas (Program Legislasi Nasional) Prioritas Tahun 2022 oleh Fraksi PKS dan juga Komisi XI DPR RI....

PTKI Harus Responsif, Beri Solusi Masalah Bangsa

KIBLATKU.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menggarisbawahi pentingnya peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam merespon persoalan sosial keagamaan. Untuk...

Recent Comments