Monday, October 18, 2021
Home Kajian Musabab Covid-19 Kemiskinan Bertambah, Begini Solusi Alquran Mengatasi Kemiskinan

Musabab Covid-19 Kemiskinan Bertambah, Begini Solusi Alquran Mengatasi Kemiskinan

KIBLATKU.COM – Pandemi virus corona (Covid-19) menjadi momok ekonomi di hampir seluruh negara, tak terkecuali Indonesia. Bahkan sejak awal pandemi tersebut, Presiden Joko Widodo telah menetapkan bahwa virus corona (covid-19) sebagai bencana nasional. Pandemi ini pun berdampak cukup signfikan terhadap perekonomian Indonesia termasuk terhadap peningkatan jumlah angka kemiskinan di tanah air.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2020 terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 1,63 juta orang dibandingkan periode September 2019. Dengan demikian, jumlah penduduk miskin RI saat ini tercatat sebanyak 26,42 juta orang. Peningkatan jumlah penduduk miskin disebabkan oleh kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Lantas bagaiman solusi Islam menghadapi masalah kemiskinan tersebut?

Solusi Alquran dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Miskin diartikan tidak berharta benda; serba kekurangan (berpenghasilan rendah), semantara Fakir mempunyai arti: Orang yang sangat berkekurangan; orang yang sangat miskin; orang yang dengan sengaja membuat dirinya menderita kekurangan untuk mencapai kesempurnaan batin. Selain itu, kata miskin di dalam Alquran biasa digandengkan dengan kata faqir. Karenanya, dua istilah ini menjadi kajian khusus dalam melihat tolak ukur miskin di dalam Alquran.

Islam sebagai agama yang sempurna sangat detail menjelaskan sebuah perkara beserta dengan solusinya. Pun demikian dengan kemiskinan, Islam memberikan guidance bagi umat manusia. Di antara petunjuk yang dijelaskan dalam Alquran untuk mengatasi persoalan kemiskinan yaitu:

Perintah untuk bekerja Keras

Memperhatikan akar kata miskin yang disebut di atas sebagai berarti diam atau tidak bergerak diperoleh kesan bahwa faktor utama penyebab kemiskinan adalah sikap berdiam diri, enggan, atau tidak dapat bergerak dan berusaha. Keengganan berusaha adalah penganiayaan terhadap diri sendiri. Allah Swt melalui Firman-Nya menegaskan kepada umat manusia untuk tidak bersikap malas, sebaliknya Allah Swt senantiasa memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa bekerja dan berusaha untuk memperoleh rezeki dan anugerah dari-Nya.  Dalam Alquran ditegaskan: “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung” (QS. Al-Jumuah: 10)

Anjuran bekerja keras sebagaimana diuraikan diatas merupakan salah satu cara mengatasi kemiskinan yang disebabkan karena rasa malas dan lemah kemauan serta sikap mental yang negatif lainnya. Sikap mental kerja keras ini perlu disuntikkan kepada mereka yang lemah kemauannya agar timbul semangat untuk bekerja mengubah nasibnya. Sebagaimana firman Allah SWT; “… Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Al-Ra’du: 11)

Penggalangan Zakat (Produktif)

Kedudukan perintah zakat sejajar dengan perintah shalat dan keduanya saling melengkapi. Shalat lebih menunjukkan pada hubungan vertikal dengan Tuhan, sedangkan zakat merupakan ibadah yang memuat hubungan horizontal dengan manusia secara lebih menonjol. Dengan demikian terwujudlah hubungan yang seimbang antara berhubungan dengan Allah dan berhubungan dengan sesama manusia.

Prinsip pokok zakat pada dasarnya adalah perwujudan iman kepada Allah SWT, mensyukuri nikmat-Nya, menumbuhkan akhlak mulia dengan memiliki rasa kepedulian yang tinggi, menghilangkan sifat kikir dan rakus, menumbuhkan ketenangan hidup, sekaligus mengembangkan dan mensucikan harta yang dimiliki. Sebagaimana firman-Nya, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)

Membangun Sistem Ekonomi yang Adil

Salah satu sebab terjadinya kemiskinan adalah karena sistem perekonomian yang berlaku di masyarakat adalah sistem ekonomi yang saling mematikan, menghalalkan segala cara dan penuh persaingan. Dalam keadaan ekonomi yang demikian itu, maka pihak yang memiliki modal yang besar dapat bersaing dibanding golongan pedagang kecil yang tidak memiliki modal yang besar. Akibatnya pedagang kecil dari golongan miskin dengan mudah dapat dimatikan oleh golongan ekonomi yang kuat. Padahal Islam sangat menjunjung tinggi nilai keadilan, sebagaiman ditegaskan dalam firman-Nya, “Sungguh, kami telah mengutus rasul-rasul kami, dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil…” (QS. Al-Hadid: 25).[]

RELATED ARTICLES

Kurban Kambing secara Patungan, Bolehkah?

KIBLATKU.COM - Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya...

Ketentuan Qurban dan Dasar Hukumnya dalam Islam

KIBLATKU.COM - Idul Fitri dan Idul Adha datang sekali dalam satu tahun. Keduanya adalah hari besar Islam dengan fadhilah yang berbeda. Masing-masing...

Kiat Menghindari Bencana (Musibah) Menurut Alquran dan Hadis

KIBLATKU.COM - Bencana alam bukan sekadar fenomena biasa sebagaimana dipahami orang-orang sekuler. Allah Azza wa Jalla sudah menguraikannya dengan sangat jelas dalam...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Polemik Pencatatan Nikah Siri, Ini Komentar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

KIBLATKU.COM - Polemik tentang pernikahan siri dapat ditulis di Kartu Keluarga (KK) menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ini dipicu dari keberadaan Peraturan...

Yuk Daftar! Ada Sunatan Gratis untuk Warga Cisauk Kab Tangerang

KIBLATKU.COM - DKM Musala Nurul Amal bersama Mitra Khitan Modern dan Yayasan Lentera al-Qur'an Elhasani akan menggelar acara Maulid Nabi SAW 1443...

Demi Keadilan Nasional, DPR Usulkan RUU Ekonomi Syariah

KIBLATKU.COM - Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah telah diusulkan menjadi Prolegnas (Program Legislasi Nasional) Prioritas Tahun 2022 oleh Fraksi PKS dan juga Komisi XI DPR RI....

PTKI Harus Responsif, Beri Solusi Masalah Bangsa

KIBLATKU.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menggarisbawahi pentingnya peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam merespon persoalan sosial keagamaan. Untuk...

Recent Comments