Monday, May 10, 2021
Home Info Halal Sudah Tahu? Inilah Kriteria Makanan ‘Halalan Thayyiban’ dalam Islam

Sudah Tahu? Inilah Kriteria Makanan ‘Halalan Thayyiban’ dalam Islam

KIBLATKU.COM – Dalam Islam, tidak semua jenis makanan diperbolehkan dikonsumsi. Ada kriteria umum yang harus terpenuhi sehingga suatu makanan boleh dikonsumsi. Dalam Alquran disebutkan bahwa semua makanan boleh dikonsumsi selama memenuhi dua kriteria umum, yaitu halal dan thayyib (baik dikonsumsi). Allah berfirman dalam surah Al Maidah ayat 88 berikut;

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya.”

Dalam kitab Ma’ayirul Halal wal Haram, Kiai Ali Mustafa Yaqub menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat terkait kriteria suatu makanan disebut thayyib. Setidaknya ada tiga pendapat ulama terkait kriteria suatu makanan disebut thayyib.

Pertama, makanan disebut thayyib atau baik dikonsumsi ketika makanan tersebut tidak membahayakan fisik dan akal. Pendapat ini disampaikan Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsirul Quranil ‘Adzim berikut;

انه اباح لهم ان يأكلوا مما في الارض في حال كونه حلالا من الله طيبا أي مستطابا في نفسه غير ضار للأبدان ولا للعقول

“Sesungguhnya Allah membolehkan kepada makhluk-Nya untuk mengkonsumsi apa saja yang terdapat di bumi selama dalam kondisi halal dari Allah dan thayyib, artinya makanan tersebut dinilai baik dan tidak membahayakan fisik dan akal.”

Kedua, makanan disebut thayyib apabila makanan tersebut mengundang selera. Pendapat ini disampaikan oleh Imam Syafii dan ulama lainnya.

Ketiga, makanan disebut thayyib apabila makanan tersebut halal, tidak najis dan tidak diharamkan. Pendapat ini disampaikan oleh Imam Malik dan Imam Atthabari.

Dari tiga pendapat ulama di atas, kriteria makanan disebut thayyib apabila makanan tersebut halal, tidak najis dan tidak diharamkan serta mengundang selera dan tidak membahayakan fisik serta akal. Selain kriteria ini, maka suatu makanan tidak disebut thayyib sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.[]

RELATED ARTICLES

BPJPH Jajaki Artificial Intelligence untuk Layanan Halal

KIBLATKU.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama terus berikhtiar meningkatkan layanan jaminan produk halal. Setelah uji coba sistem informasi...

Awas Ya! Jangan Lupa Niat agar Puasa Ramadhan Tetap Sah

KIBLATKU.COM - Sudah menjadi pemahaman bersama umat Islam di Indonesia yang notabene mayoritas bermazhab Syafi’i, bahwa niat puasa wajib khususnya puasa Ramadhan...

Hukum Membatalkan Puasa Ramadhan bagi Pasien Covid-19

KIBLATKU.COM - Wabah pandemic Covid-19 sudah menginjak satu tahun, jumlah kasus harian masih dinamis. Semakin banyak orang yang dites, maka kasus baru...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Aplikasi Bayar Zakat Fitrah Online

KIBLATKU.COM - Mendekati hari Lebaran, umat muslim di Tanah Air mulai menyalurkan zakat fitrah. Lantaran masih pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita beraktivitas...

Dukung Kaum Millenial, BSI Luncurkan Griya Simuda

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) meluncurkan pembiayaan perumahan BSI Griya Simuda yang menyasar segmen milenial, dengan target penyaluran pada...

Penyelenggaraan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Simak Panduannya!

KIBLATKU.COM - Idul Fitri 1442 H/2021 M masih dalam suasana pandemi. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul Fitri...

Seleksi Mandiri UIN Jakarta Dibuka 10 Mei, Simak Jadwalnya

KIBLATKU.COM - Pendaftaran seleksi penerimaan calon mahasiswa baru UIN Jakarta tahun akademik 2020/2021 melalui jalur Seleksi Mandiri (SPMB Mandiri) akan dibuka mulai...

Recent Comments