News

Tak Hanya Mahir Ngaji, Santriwati Ini Juga Mahir Bikin Robot

KIBLATKU.COM – Selama ini, santri amat identik dengan ilmu agama dan abai dengan science, khususnya teknologi. Tapi itu tidak berlaku saat ini. Di beberapa pesantren dan madrasah di tanah air, mulai membekali santrinya dengan ragam ilmu teknologi, salah satunya di bidang robotik.

Dengan begitu, santri tidak hanya bisa mengaji., santri juga bisa berinovasi di bidang teknologi. Hal ini Nampak terlihat pada santri-santri perempuan Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang. Mereka sukses mengembangkan inovasi berupa robot pelayan caffe.

Robot ini dapat memberikan pelayanan tanpa harus tatap muka dan tetap menjaga jarak. Robot ini dapat mengantarkan makanan dan minuman serta mentransfer pesanan ke counter. Robot berjalan dengan roda ini bisa menghindari meja dan kursi atau benda lain yang merintanginya.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur menuturkan, keberhasilan santriwati ini menunjukan perempuan juga layak berprestasi baik di bidang agama dan teknologi. “Di tengah pandemi dan isu pernikahan dini, muncul generasi santri putri yang menunjukkan bukti prestasi pintar mengaji dan canggih dalam teknologi. Ini bukti bahwa pernikahan dini bukan arus utama budaya Indonesia,” ungkapnya dalam peresmian Cafe Robotik “Arfa” gagasan Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang, Kamis (18/2).

“Perempuan harus dipandang sebagai komplemen bukan suplemen dalam tradisi tafaqquh fiddin dan penguasaan teknologi,” sambungnya.

Cafe Robotik Arfa ini diresmikan oleh Kakanwil Kemenag Sumbar Hendri di Gedung Zainuddin Labay Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang. Hadir, Walikota Padang Panjang Fadly Amran, Kankemenag Kota Padang Panjang Gusman Piliang, Sekwan DPRD Padang Panjang, pimpinan Perguruan Diniyah Putri Fauziah Fauzan El Muhammadi beserta jajaran asatidzah serta sejumlah santriwati.

“Inovasi luar biasa lahir di Perguruan Diniyah Putri pertama di Asia, meski di tengah pandemi Covid- 19. Kami berharap perguruan Diniyah Putri menjadi contoh berlakunya fungsi pendidikan, fungsi  dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” harapnya. 

Sebagai informasi, Perguruan Diniyah Putri  Padang Panjang didirikan Rahmah El Yunusiyyah tahun 1923. Rahmah juga merupakan salah satu tokoh utama pendukung Sumpah Pemuda 1928. Sejak berdiri hingga sekarang  Perguruan Diniyah Putri terus berkembang dan berprestasi.[]

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *