Thursday, October 28, 2021
Home News Temukan Bukti Kebenaran Islam, Pria Hindu Ini Mantap Jadi Mualaf

Temukan Bukti Kebenaran Islam, Pria Hindu Ini Mantap Jadi Mualaf

kiblatku.com – Pria benama I Gede Nyoman Wisnu Satyadharma (34) telahir dari keluarga yang beda agama. Ibunya seorang Muslimah, sedangkan ayahnya penganut Hindu. Perjalanannya menemukan hidaya Islam pun cukup berliku.  

Sejak kecil, Wisnu diajarkan dua agama dari kedua orang tuanya. Kebiasaan ini berlangsung hingga kelas lima SD. Wisnu lahir dan besar di Bandung, ayahnya hanya setiap pekan datang.  

Sejak kelas lima SD inilah, ayahnya memutuskan agar anak-anaknya hanya mempelajari agama sang ayah saja dan berhenti belajar tentang Islam. 

Wisnu kemudian memeluk hindu hingga SMA. Namun hal itu hanya untuk memenuhi apa yang diperintahkan orang tuanya.  

“Saya tidak yakin dengan agama itu, sehingga saya sejak SMA tidak beribadah agama apapun meski KTP saya masih Hindu,”ujar dia.

Hingga suatu hari, dia memutuskan kembali mempelajari Islam bersama temannya, sesama penganut Hindu. Namun Wisnu terhalang karena ketakutannya sendiri terutama khawatir akan berkonflik dengan sang ayah. 

Akhirnya hanya temannya yang memutuskan mualaf pada saat itu, sedangkan Wisnu masih menunda dan memutuskan untuk tidak beragama.

“Ada rasa takut mengutarakan pendapat untuk memeluk Islam, sehingga saya mengurungkan niat saya,” jelas dia.

Kemudian ketika masuk perguruan tinggi, Wisnu memiliki pergaulan yang lebih luas. Apalagi mayoritas mahasiswa di kampusnya merupakan Muslim.

Wisnu mengakui saat itu dia merasa iri dengan teman Muslimnya, karena bisa menjalankan ibadah secara rutin tanpa rasa khawatir. Apalagi ketika ada masalah, hanya dengan salat seseorang terlihat lebih tenang dan damai.

Karena kedekatan dengan teman Muslim, Setelah lulus kuliah, Wisnu dikenalkan dengan komunitas Muslim yang bergerak di bidang sosial oleh pendirinya. Komunitas yang dikenal sebagai komunitas sedekah ini merupakan bagian dari proses Wisnu untuk menguatkan keyakinannya untuk memeluk Islam. 

Meski awalnya komunitas ini tidak memploklamirkan diri sebagai komunitas Islam, belakangan nafas Islam dari para pengurus dan anggota lebih kental. Karena ketika bergabung di awal Wisnu bukan seorang Muslim. 

“Saya kemudian menemukan bahwa ajaran Islam saya dapatkan dari komunitas ini terutama tentang ilmu sedekah. Saya membuktikan sendiri bahwa dengan bersedekah, harta kita tidak akan berkurang sedikitpun dan bahkan ditambah berkali lipat,” ujar dia.

Balasan dari Allah SWT dari sedekah itu sangat besar dan ada keberkahan didalamnya. Apalagi saat mengunjungi panti asuhan, ada banyak momen-momen yang membuatnya terharu.

“Pernah komunitas kita membuat acara dan anak panto tampil, sederhana hanya membacakan surat al-Ikhlas, tapi saat mendengar seketika haru dan hati bergetar hingga saya meneteskan air mata,” ujar dia. 

Namun saat itu belum juga membuatnya untuk berani memeluk Islam. Hingga tiga tahun lalu, Wisnu memutuskan untuk memeluk Islam. 

Saat itu dia berpikir bahwa usia 31 tahun bukanlah usia yang muda lagi. Dia harus mengambil keputusan besar untuk memilih ajaran agama yang akan dipegangnya hingga akhir hayat.   

Setelah melakukan berbagai pertimbangan, Wisnu memutuskan memilih agama Islam. Bukan berarti agama sebelumnya tidak baik, hanya saja Wisnu lebih yakin dengan kebenaran yang ada pada Islam.  

Banyak jawaban dari pertanyaan tentang kehidupan yang hanya dia temukan pada agama Islam dan tidak ada pada agama lain. Namum dia masih khawatir jika ayahnya mendengar dia memeluk keyakinan lain.  

Bukan karena akan dilarang atau dimusuhi, tetapi khawatir dengan kesehatan ayah dan dikucilkan keluarga dari ayah. Sehingga sebelum benar-benar bersyahadat, Wisnu memutuskan untuk mencari bukti kebenaran dari Rasulullah  SAW adalah benar-benar utusan Allah SWT dan Islam adalah agama yang benar.

Wisnu mulai mencari informasi dari berbagai sumber, mulai dari buku sirah nabi. Namun dia tidak selesai membaca hingga tamat dan memutuskan untuk mencari ustadz.

Dia menghadiri kajian beberapa ustadz yang sedang populer seperti Evi Evendy dan Hanan Attaki. Namun karena waktu mereka yang sangat padat sehingga sulit untuk mengajak mereka berdiskusi. 

Kemudian dia bertemu ustadz senior yang sering mengisi acara di kampusnya dan mulai bertukar pikiran. Wisnu pun sembari belajar salat dan bertanya tentang bukti kenabian.  

Ustadz tersebut mencontohkan tentang Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saat kondisi nabi yang buta huruf. Ketika dulu banyak orang yang mendustakan Alquran dan dikira buatan Nabi, tetapi mereka tidak bisa membuat ayat yang sama indahnya dengan Alquran. 

Namun karena masih ada kekhawatiran, ustadz tersebut meminta Wisnu untuk berdoa dengan cara apapun. Saat itu ustadz tersebut belum mengetahui jika Wisnu sudah mulai melaksanakan salat meski hanya Al-Fatihah dan gerakan saja. 

“Saya diminta berdoa, redaksinya kira-kira seperti ini, Ya Rabb yang menciptakan aku, tunjukkan aku jalan kebenaran dan jauhkan dari bisikan syetan,”ujar dia.

Wisnu terus berdoa setelah salat meski belum rutin. Setelah sepekan mencoba, ada rasa malas untuk salat tetapi gelisah muncul sehingga dia memutuskan untuk salat.    

Terbukti setelah salat hati terasa tenang. Usai salat, dia merasa yakin tidak perlu lagi mencari bukti kebenaran tentang Islam ataupun Nabi Muhammad utusan Allah.  

“Saat menjalankan salat merasa ada ketenangan yang luar biasa sedangkan meninggalkannya menjadi gelisah berarti ada yang benar dengan salat ini dan tidak perlu lagi sebuah bukti,”ujar dia.   

Bagi Wisnu bahwa ketenangan dalam salat adalah bukti itu sendiri adalah benar Nabi muhammad utusan Allah. Setelah itu pada Juli 2018, Wisnu memutuskan untuk bersyahadat di Masjid Istiqamah, Bandung dibantu oleh Mualaf Center Bandung.   

Setelah bersyahadat Wisnu memutuskan mengunjungi ayahnya di Serpong. Setelah memberitahu ayahnya, apa yang dikhawatirkan tidak terjadi. Malah ayahnya menerima dengan terbuka keputusan anaknya tersebut. (Republika)

RELATED ARTICLES

UIN Jakarta Raih Predikat Perguruan Tinggi Menuju Informatif

KIBLATKU.COM - Komisi Informasi Pusat (KIP) menggelar Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021....

BPJPH Dorong Terbentuknya Lebih Banyak Lembaga Pemeriksa Halal

KIBLATKU.COM - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag Muhammad Aqil...

Kapolri dan Para Tokoh Nasional Apresiasi  HUT Gerakan Indonesia Optimis ke-3

Jakarta - Sejumlah tokoh nasional, petinggi TNI, Polri, ulama, artis, dan ketua OKP memberikan testimoni pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

UIN Jakarta Raih Predikat Perguruan Tinggi Menuju Informatif

KIBLATKU.COM - Komisi Informasi Pusat (KIP) menggelar Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021....

BPJPH Dorong Terbentuknya Lebih Banyak Lembaga Pemeriksa Halal

KIBLATKU.COM - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag Muhammad Aqil...

Kapolri dan Para Tokoh Nasional Apresiasi  HUT Gerakan Indonesia Optimis ke-3

Jakarta - Sejumlah tokoh nasional, petinggi TNI, Polri, ulama, artis, dan ketua OKP memberikan testimoni pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan...

Polemik Pencatatan Nikah Siri, Ini Komentar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

KIBLATKU.COM - Polemik tentang pernikahan siri dapat ditulis di Kartu Keluarga (KK) menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ini dipicu dari keberadaan Peraturan...

Recent Comments