Sunday, August 1, 2021
Home Kajian Tips Redakan Amarah dalam Islam

Tips Redakan Amarah dalam Islam

KIBLATKU.COM – Marah merupakan hal fitrah bagi manusia yang tidak bisa dihindari dan bagian dari emosional seseorang ketika mendapat rangsangan atau hal yang mengusik. Marah menjadi salah satu perasaan alamiah manusia ketika perasaan dan hatinya terganggu atau tersakiti.

Meski marah tidak bisa dielakkan, tapi marah bisa kita hindari guna menghindarkan diri dari perbuatan buruk yang bisa merugikan diri kita sendiri.

Berikut lima poin cara meredakan amarah sesuai syariat Islam:

1. Membaca Ta’awudz

Jika seseorang dalam keadaan marah, lantas ia ucapkan, ‘A’udzu billah (Aku meminta perlindungan kepada Allah)’, maka redamlah marahnya.” (HR. As-Sahmi dalam Tarikh Jarjan, 252. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1376)

2. Diam

Karena yang namanya marah itu jika keluar bisa jadi keluar kata-kata yang tidak Allah ridhai. Ada yang marah keluar kata-kata kufur, ada yang marah keluar kalimat mencaci maki, ada yang marah keluar kalimat laknat, ada yang marah keluar kalimat cerai hingga hal-hal sekitarnya pun bisa hancur. Kalau seseorang memaksa dirinya untuk diam ketika akan marah, hal-hal yang rusak tadi tidak akan terjadi.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, “Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan lighairihi)

3. Berganti Posisi

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda, “Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud, no. 4782. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

4. Mengambil Air Wudhu

Dari Athiyyah as-Sa’di Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

5. Ingat Wasiat Nabi SAW dan Janji Beliau

Sebelum memuntahkan amarah kepada orang lain atau benda sekalipun, baiknya orang memperhatikan hadits berikut yang berisi pesan Rasulullah ﷺ kepada seseorang yang meminta nasehat dari beliau.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi SAW (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari, no. 6116).

RELATED ARTICLES

Kurban Kambing secara Patungan, Bolehkah?

KIBLATKU.COM - Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya...

Ketentuan Qurban dan Dasar Hukumnya dalam Islam

KIBLATKU.COM - Idul Fitri dan Idul Adha datang sekali dalam satu tahun. Keduanya adalah hari besar Islam dengan fadhilah yang berbeda. Masing-masing...

Kiat Menghindari Bencana (Musibah) Menurut Alquran dan Hadis

KIBLATKU.COM - Bencana alam bukan sekadar fenomena biasa sebagaimana dipahami orang-orang sekuler. Allah Azza wa Jalla sudah menguraikannya dengan sangat jelas dalam...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Asbihu NU Soroti Pembagian Nilai Manfaat Dana Abadi Umat

Jakarta – Kehadiran Badan Pengelola Keuang Haji (BPKH) sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan haji dinilai...

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Recent Comments