Friday, July 23, 2021
Home Kolom Wakaf Pilar Peningkatan Kesejahteraan Ummat

Wakaf Pilar Peningkatan Kesejahteraan Ummat

KIBLATKU.COM – Pandemi virus Corona atau COVID-19 telah menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian. Bahkan perekonomian dunia tak sedikit yang jatuh ke dalam jurang resesi. Oleh karena itu, pemerintah melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) se-Indonesia dan meluncurkan gerakan ‘Kebangkitan Wakaf Produktif Menuju Indonesia Emas 2045’ sebagai bentuk kontribusi terhadap bangsa dan Negara, khususnya dalam mengisi 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dalam Rakornas 2020,  Prof. Muhammad Nuh selaku Ketua Badan Wakaf Indonesia menilai wakaf mampu berperan sebagai pilar penting dalam membantu Indonesia menghadapi kondisi ekonomi dunia yang semakin rentan, takpasti, kompleks, dan ambigu. Namun, kontribusi wakaf yang masih minim ini tidak menggambarkan kondisi dan potensi besar wakaf yang strategis dalam menopang perekonomian Indonesia sekarang dan di masa depan. “Wakaf berperan sebagai pilar penting dalam membantu Indonesia di tengah kondisi ekonomi dunia yang semakin rentan dan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19,” ucap M. Nuh, Senin (14/2/2020).

Meski demikian, masih banyak tantangan dalam mengembangkan wakaf sebagai pilar ekonomi masyarakat. Sebab persoalan wakaf memang amat sangat komplek, terutama soal pengembangan berbagai sektor dalam penciptaan ekosistem perwakafan yang belum optimal. Regulasi yang belum mampu merespon perkembangan zaman. Pemahaman dan literasi (wakaf) masyarakat yang sangat terbatas, kualitas SDM pengelola dan pegiat wakaf yang masih minim.

Sederet persoalan perwakafan nasional ini sesungguhnya merupakan tantangan serius bukan saja bagi BWI, melainkan juga bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk segera menemukan jawabannya. Untungnya, lanjut Nuh, Pemerintah Indonesia telah merumuskan masterplan ekonomi syariah  yang berfungsi menjadi induk rujukan (referensi) untuk mendukung pembangunan Indonesia. “Alhamdulillah, kita bersyukur saat ini Pemerintah Republik Indonesia sudah merumuskan Masterplan Ekonomi Syariah, termasuk Wakaf, yang fungsinya menjadi induk rujukan (referensi) untuk mendukung pembangunan ekonomi syariah Indonesia. Serta meningkatkan peran wakaf dalam pembangunan nasional,” terang Prof. Nuh.

Gerakan Kebangitan Wakaf

Untuk mendukung program wakaf sebagai pilar ekonomi ummat, BWI meluncurkan gerakan wakaf Indonesia. Gerakan Wakaf Indonesia tersebut diinisiasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan diresmikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada Senin, 14 September 2020. Tujuannya agar wakaf mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, meningkatkan produktivitas, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat

Melalui gerakan tersebut, BWI juga ingin menguatkan literasi wakaf yang indeks literasinya masih rendah dan ada di angkat 56. Kemudian BWI akan mengerakkan para nazhir atau pihak yang menerima harta benda wakaf. “Para nazhir adalah kuncinya di lapangan, karena para nazhir yang akan menangkap masyarakat supaya mereka berwakaf,” ujar Nuh.

Prof Nuh mengingatkan, para nazhir juga harus bisa mengelola aset wakaf dengan baik. Karena kemampuan mereka mengelola harta wakaf itu maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Setelah kepercayaan masyarakat terhadap nazhir tumbuh, mereka akan gemar untuk berwakaf. Seiring waktu berjalan wakaf bisa menjadi tradisi. Anak-anak diajari dan dibiasakan melakukan wakaf. Sekarang di era digital bisa wakaf dengan memanfaatkan teknologi, sehingga dana sebesar Rp 5.000atau Rp 10 ribu juga bisa diwakafkan.

“Kalau itu (wakaf) sudah menjadi budaya dan menjadi tradisi, maka saya yakin bangsa ini akan menjadi bangsa yang luar biasa kekuatannya, karena kekuatan (bangsa) itu ada di memberi, bukan di menerima, kita ingin membangun bangsa yang suka memberi,” jelasnya.

Optimisme

Kenyataan kemiskinan dan kesenjangan yang selalu ditemukana dalam kehidupanmasyarakat Indonesia dengan mayoritas muslim, merupakan suatu masalah yang sangat krusial dan sangat memprihatinkan. Berbagai analisa, teori dan kebijakan telah diambil untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut, akan kemiskinan tersebut masih terus melekat dalam hidup dan kehidupan masyarakat di negara ini.

Di tengah problem sosial tersebut serta tuntutan akan kesejahteraan ekonomi akhir-akhir ini, keberadaan wakaf menjadi sangat strategis. Disamping sebagai salah satu aspek ajaran Islam yang berdimensi spiritual, wakaf juga merupakan ajaran yang menekankan pentingnya kesejahteraan ekonomi (dimensi sosial) dan kesejahteraan umat. Oleh sebab itu, potensi wakaf di Indonesia yang sangat besar harus dimaksimalkan. Sehingga manfat dari wakaf ini bisa untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.[] Insya Allah

RELATED ARTICLES

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Ada Apa Dengan Sekularisme

KIBLATKU.COM - Kenangan indah itu bernama sekularisme. Bdadari cantik yang diburu banyak orang bukan sekularisme atau tidak sekularisme, tapi ada wilayah tertentu...

Perbandingan Pengelolaan Dana Haji di Negara Serumpun (Indonesia-Malaysia)

KIBLATKU.COM - Memilukan. Itulah kiranya kata yang tepat menggambarkan perasaan calon jamaah haji 2021 yang resmi dibatalkan karena pandemic covid-19. Kesedihan dan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Ada Apa Dengan Sekularisme

KIBLATKU.COM - Kenangan indah itu bernama sekularisme. Bdadari cantik yang diburu banyak orang bukan sekularisme atau tidak sekularisme, tapi ada wilayah tertentu...

Recent Comments