Sunday, August 1, 2021
Home News Yuk Intip! Trik Menulis Berita Ala Pemred Berita UIN Jakarta

Yuk Intip! Trik Menulis Berita Ala Pemred Berita UIN Jakarta

KIBLATKU.COM – Menulis berita bukanlah perkara gampang, banyak tahapan yang harus dilalui dan dikuasai untuk menjadi wartawan. Tiga diantaranya adalah penguasaan masalah, keterampilan menulis dan bahasa jurnalistik. Demikian pernyataan Nanang Syaikhu dalam acara Kelas Menulis yang diadakan Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta secara daring, Kamis (18/3).

“Berita sifatnya objektif tidak boleh ada unsur subjektivitas. Harus murni melaporkan tentang fakta atau peristiwa yang terjadi. Berbeda dengan penulisan opini, yang di dalamnya ada unsur subjektivitas atau pendapat penulis. Nah kalau ingin menjadi seorang wartawan, tiga hal ini harus dikuasai, yakni penguasaan masalah, keterampilan menulis dan bahasa jurnalistik,” ungka Nanang yang juga tercatat sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) Berita UIN Jakarta.

Masih menurut Nanang, penguasaan masalah menjadi hal yang penting untuk dipahami sebagai pijakan dalam menulis berita. Jangan sampai tidak paham terhadap apa yang akan ditulis. “Penguasaan masalah penting dikuasai. Jangan sampai tidak paham apa yang mau ditulis. Masalah ekonomi kah, hukum atau politik. Pengetahuan semacam ini harus dikuasai,” katanya.

Poin yang kedua, lanjut Nanang, Keterampilan menulis. Pada poin ini seorang jurnalis atau wartawan harus menguasai teknik penulisan yang sudah baku, yakni kaidah 5W 1H. What, Who, When, Why, Where, dan How (Apa, Siapa, Kapan, Mengapa, Di mana, dan Bagaimana). Ini adalah ciri berita yang bersifat faktual. “Keterampilan ini harus diselamatkan dengan kaidah kepenulisan berita, yakni 5W 1H. Kalau tidak terampil menggunakan kaidah ini, nanti terjebak pada penulisan opini,” paparnya.

Dan yang terakhir adalah penguasaan kaidah bahasa jurnalistik yang salah satu cirinya adalah bersifat demokratis. Artinya semua nara sumber disamaratakan tanpa embel-embel gelar, misalnya penyebutan bapak, ibu, beliau dan sebagainya. “Bisa menulis tapi lemah dalam penguasaan bahasa jurnalistik itu jadi tidak lengkap. Narsum bagii seorang jurnalis tidak dibedakan, sama,” tegasnya.[]

RELATED ARTICLES

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Dukung IKM Pangan, Kemenag-Kemenperin Sosialisasikan Sertifikasi Halal

KIBLATKU.COM - Kementerian Agama dan Kementerian Perindustrian menyosialisasikan sertifikasi halal bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang bergerak di bidang pangan....

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Asbihu NU Soroti Pembagian Nilai Manfaat Dana Abadi Umat

Jakarta – Kehadiran Badan Pengelola Keuang Haji (BPKH) sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan haji dinilai...

Hanya Di BSI, Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM, Kok Bisa!

KIBLATKU.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan terobosan dengan menghadirkan fitur tarik tunai tanpa kartu ATM yaitu hanya dengan menggunakan...

Kemenag Segera Luncurkan Program ‘Sehati’, Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

KIBLATKU.COM - Kemenag segera meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah...

Merindukan Pemimpin Perempuan

KIBLATKU.COM - Kehadiran perempuan dalam podium kekuasaan bukan barang baru. Sejarah mencatat Ratu Bilqis sebagai seorang pemimpin pada masa Nabi Sulaiman. Dikenal...

Recent Comments